kribo

étant un scénariste

Dago Asri, Hari Terakhir

with 21 comments

LANGIT sedang mendung sore itu. Adzan Maghrib sudah terdengar, tapi kami masih belum beranjak dari warung Mang Jeje. Warung itu, yang terletak di depan kos kami, sepi. Tidak ada jajanan seperti biasa. Sejak anaknya meninggal seminggu lalu, Mang Jeje belum pernah membuka warung lagi.

Kami belum juga beranjak, meski ikamah memanggil untuk Maghrib berjamaah. Kami menunggu polisi datang. Mereka bilang akan datang sesegera mungkin. Setengah jam yang lalu, mereka menelepon.

“Kita nyasar, Adek dimana lokasinya?” tanya salah satu polisi lewat selulernya.

Adek? Hey, saya mahasiswa tingkat akhir sekarang. Namun, meski tidak suka dipanggil “Adek”, terpaksa saya menjelaskan ulang jalan menuju lokasi kami. Kami di Jl. Dago Asri depan rumah nomor C-19, kos yang kami huni selama 3 tahun. Ah, saat begini mereka malah tersesat.

Read the rest of this entry »

Written by ray rizaldy

31 October 09 at 10:04 pm

5th-Year Syndrom

with 6 comments

Saya mengenali tubuh tambun yang menyapa dari jauh itu. Namanya Rahadika, teman seangkatan saya. Saya baru saja dari Tata Usaha, sedang menuju ruang kelas. Tata Usaha siang itu cukup ramai dengan teman yang mengurus administrasi wisuda dan juga transkrip untuk lamaran kerja. Bersyukur saya menemukan teman mengobrol topik lain, bukan wisuda, juga lamaran kerja.

Ngampus ngapain Ray?” tanya teman saya itu sambil menyamakan langkah.

“StrukDis. Hehehe,” jawab saya singkat.

“UTS?”

Nggak, UTSnya lusa. Kuliah Dik?”

“Bukan, lagi nyari monte,” ujarnya. Monterico adalah teman seangkatan saya juga.

Saya sampai di depan kelas, masih bersama Rahadika. Monte, yang dicari Rahadika, sedang mengawas di ruang depan kelas tujuan saya.

Ngapain Ray?” tanya Monte.

“Kuliah nih”

“Lho, Ray, kalo IF, pas minggu ujian kan nggak ada kuliah!”

“Oh iya yaaa,” ujar saya sambil menghela nafas panjang. Bisa-bisanya saya lupa kebiasaan selama 4 tahun terakhir.

Written by ray rizaldy

19 October 09 at 9:02 pm

Posted in raie

Tagged with , ,

Twit Me Around

with 11 comments

“I’m gonna soooo unfollow you.” Ikram has said those words many times since he came that night.

What were we talking about? Twitter.

Since about 3 or 4 months ago, some friends asked me about my twitter account. I simply answered that I did not have them. I mean, why should I have this twitter account? To tell the world what I am doing. Oh, I thought I don’t need the world knows about what i am doing now. I already had facebook wall anyway. And Yahoo Messengger! Status too. Or that old Friendster page.

But that night, these people, Boulevard’s old crews talk about a lot of topics. And from what did they start? Twitter. That artist twitter, this actor twitter, that funny-blog-writer twitter, this ex-little-singer-start-to-be-real-singer twitter, and some other friends twitter. I’m out of the talks. It seems my-time-watching-Insert is not enough yet. Hahaha.

So, off from that night, I designed my own twitter page. May be i don’t need the world to know my activity, but i do need to know the world story, news, or gossip.

Honestly, afterwards, I couldn’t handle my fingers to post some update there. I changed my thougt, the world has to know me at least about my thougt. I’m a cool guy from Gorontalo land, with unique hair, like red color, now searching for love and degree certificate. Hey, I’m a celebrity and this’s my twitter page. The website has been made for Show off, hasn’t it?

Anyway, I think this is just a trend for some time, like the old-friendster and facebook did. But it’s OK, Twit Me Around.

Written by ray rizaldy

4 October 09 at 11:55 pm

Posted in raie

Tagged with , , ,

The Last Ten

with 5 comments

The Last Ten

Written by ray rizaldy

16 September 09 at 11:14 pm

Posted in raie

Masih Kuliah

with 24 comments

Pria itu bertampang necis. Matanya sedikit sayu. Rambutnya lurus bak habis dikrimbat. Di bawah terik siang itu dia sedang berjualan es jeruk di salah satu stand di tengah kampus.

“Raaaay, kenalin temen gue!” Batari, salah satu taplok saya, memperkenalkan pria penjual es jeruk itu.

Dia memperkenalkan dirinya dan meminta dipanggil Didot. Tanpa embel-embel Kak atau Mas atau Om.

“Pacarnya Mbak Tari ya?” Tanya saya sok kenal. Waktu itu saya masih mengira bahwa kakak taplok saya itu bernama Tari dan Mbak adalah panggilan karena dia lebih tua. Oh ya, bagi yang belum tau taplok itu adalah kakak pembimbing saat Orientasi Studi.

Menanggapi pertanyaan saya, si pria necis cuma tersenyum.

“Anak taplok lo ya? Hahahaha,” tanya Didot kepada Batari.

“Angkatan berapa Dot?”

“Bisa nebak nggak lo?” Didot bertanya balik.

Dua tebakan pertama saya salah. Malah membuat senyumnya semakin lebar. Batari yang bosan mendengar tebakan saya terus salah akhirnya menyahut.

“Dia angkatan 2000 Ray”

Wah, tua sekali. Saya kaget. Sebagai mahasiswa baru waktu itu, saya tidak pernah mengira bahwa julukan Koboi Kampus itu benar-benar ada. Bukannya mahasiswa itu harusnya lulusnya empat tahun ya?

“Dua ribu? Sedikit lagi DO dong?”celetuk saya keluar begitu saja tanpa dipikir.

Kali ini Didot tertawa keras.

***

Siang itu saya tergesa-gesa menaiki tangga. Kuliah pertama di semester saya yang ke-9, mata kuliah Struktur Diskrit di ruang 7602. Mata kuliah ini seharusnya diambil oleh mahasiswa yang 3 angkatan di bawah saya. Tapi tak apalah diambil. Hitung-hitung sambil menemani penantian saya hingga April tahun depan.

Di depan kelas, sebelum masuk, saya bertemu salah seorang angkatan 2008, namanya Huda. Huda ini beserta 4 kawan seangkatan lainnya pernah bekerja membuatkan website untuk GITS, perusahaan IT yang saya dan teman-teman dirikan. Melihat saya, Huda langsung menyapa.

“Kak Ray! Mau TA ya?”

Saya hanya menjawab dengan tersenyum dan segera masuk kelas.

Lima menit kuliah berlangsung, Huda tampak penasaran kenapa saya masuk ke kelasnya. Mungkin dia mengira saya asisten Struktur Diskrit, tapi asisten mana yang duduknya di barisan paling belakang. Dia pun mengirimkan SMS.

“Kak, ini Huda. 7602 tu kelas StrukDis Kak.”

Pesan itu terkirim ke seluler saya, membuat saya menjadi sangat tahu arti di balik tawa keras Didot 4 tahun silam.

Written by ray rizaldy

4 September 09 at 11:17 pm

Posted in raie

Tagged with , ,