kribo

penulis malas

Kribo Update

with 12 comments

Selama dua bulan terakhir, ada beberapa hal baru di GITS. Salah satunya, tentang tiga anak SMK yang mendaftar kerja praktek. Oh iya, bagi yang belum tau, GITS adalah perusahaan IT yang saya dan teman-teman dirikan di Bandung. Sekarang ini GITS sedang banyak mengembangkan produk aplikasi mobile baik di Android ataupun di iPhone. Kalau mau coba aplikasi-aplikasi buatan GITS, boleh mampir ke sini atau ke sini.

Ups, kembali ke cerita. Awalnya, kami bingung menerima permohonan kerja praktek ini. Alasannya bukan karena keahlian sebenarnya. Sejak November lalu pasukan GITS bertambah jadi 8 orang. Salah satu dari kami malah programmer yang dulunya kerja praktek di GITS juga. Tapi kalau harus menambah anak magang lagi, fasilitasnya justru yang kurang. Bekerja dimana mereka nanti? Apa mau bawa kursi sendiri? Atau lesehan ngoding di depan TV?

Adalah e-mail berisi 3 curriculum vitae yang membuat cerita berlanjut. Bingung yang awalnya dirasa, sirna seketika. Tidak ada keterampilan istimewa pada 3 daftar riwayat hidup tersebut. Tapi kolom jenis kelamin dan 3 pas foto dengan pose wajah dimiringkan itu, sangat menarik perhatian kami.

“Terima, Bun!!”

Saya berapi-api bilang itu ke Ibun. Urusan fasilitas bisa belakangan. Meja,kursi bisa dibeli. Uangnya bisa dicari. Impulsif. Harap maklum.

**

Tiga siswi SMK. Ada Aliefha Putri Rahima, gadis bogor yang suka bawa oleh-oleh asinan, tapi seumur-umurnya belum pernah makan asinan bogor. Aliefha suka sekali lagu Taylor Swift dan sering lupa mengatur volume suaranya kalau sedang nyanyi sendiri di GITS. Ada Ernawati El-Shirazy, orang Sukabumi yang mukanya gampang memerah kalau diledek. Erna paling pendiam, tapi ternyata diam-diam dirinya penggosip sejati. Terakhir namanya Aghniya Sa’diyyah, tapi dia ngotot minta namanya ditulis “Agien Emily”. Agien adalah AGB, Anak Gaul Bandung, tapi susah konsen dan sering melamun.

Tiga karakter baru itu yang lalu hadir di GITS. Banyak cerita baru terlewat di GITS. Kekurangan fasilitas yang kami khawatirkan terjawab. Meja-kursi sudah tersedia baru untuk mereka. Meskipun sebelumnya Ibun dan Irfan harus bertukaran ngoding lesehan di depan TV. Well, Rezeki datang tak terduga.

GITS sebelum masehi, biasanya bau jigong dan keringat. Itu karena manusia-manusianya ngoding sampai pagi dan sering lupa mandi. Berbeda dari itu, sekarang GITS jadi lebih wangi. Mungkin bukan GITSnya yang jadi wangi. Tapi akumulasi parfum plus minyak telon dari si trio macan cukup mengusir aroma-aroma negatif yang ada.

Olahraga sehari-hari di GITS biasanya cuma main Pro Evolution Soccer di komputer. Sekarang? Jangan tanya. Ada barbel 5 Kg di kolong meja kerja yang siap diangkat-angkat buat pamer otot. Bahkan Sendi, programmer GITS yang biasanya pendiam, sekarang ikut-ikutan berisik. Dia yang biasanya nyerah kalau dibully, jadi tampil ngotot. Tak mau kalah. Cerita punya cerita, Sendi menyimpan hati pada Agien yang ternyata sudah punya kekasih. Begitulah cinta. Deritanya tiada akhir.

**

Waktu berlalu cepat. Masa kerja praktek kelar. Hari ini adalah hari terakhir mereka. Hanya Agien dan Erna yang datang. Aliefha sudah pulang kampung ke Bogor katanya.

Erna cerita kalau ustadz pembimbing mereka mau datang sore ini. Mereka mau pamit secara simbolis maksudnya. Oh iya, saya lupa cerita kalau ketiga anak ini berasal dari SMK yang berasrama bertempat di Cianjur. Jadi panggilannya agak-agak islami begitu. Agien bilang nama pembimbingnya ustadz Adi. Saya belum pernah ketemu langsung dengannya. Pernah bersapa sekali hanya melalui telepon.

Saat mendung sore menyongsong, ustadz Adi datang. Ada yang beda dari ustadz ini. Dari cerita mereka, sepertinya ustadz Adi ini gagah. Bersorban. Bergamis ria kemana-mana. Dan celananya semata kaki. Seperti ustadz-ustadz di madrasah saya dulu. Mungkin juga akan berjanggut mirip tokoh-tokoh ustadz yang di sinetron.

Ustadz Adi berbeda. Sesampainya di depan GITS, ustadz Adi memilih menghabiskan rokoknya dulu sebelum masuk bersalam. Gayanya sangat casual. Dia menggunakan baju kulit tangan panjang, seperti jaket. Di luarnya dilapis rompi jeans kusam. Dari atas sampai bawah bernuansa hitam. Persis seperti band IMO lengkap dengan poni lemparnya. Gara-gara itu saya sampai-sampai mengiranya anak band nyasar yang ingin tanya alamat konser.

Saya mengobrol sebentar dengan ustadz Adi. Dia meminta saya juga untuk tidak memanggilnya ustadz.

“Ustadz itu kalau lagi di sekolah aja. Kalau di luar mah, kakak sajah,” ujar ustadz Adi ke Agien dan Erna.

Low profile sejati. Saya juga baru ingat, ustadz dalam bahasa Arab itu artinya guru. Anggap saja, ustadz Adi menyadarkan saya. Makna sebenarnya ustadz itu pembimbing. Bukan spesifik guru ngaji. Apalagi kiai.

**

Sore itu berakhir dengan foto bersama. Ustadz Adi bilang, Sabtu ini trio macan itu sudah wajib masuk asrama. Dia memohon pamit mewakili trio macan magang itu.

“Ka Ray, kalau main-main ke GITS lagi boleh yah? Jangan nggak dianggep,” tanya Agien.

Tentu saja boleh. Saya pasti sudah akan kangen suara berisik kalian lagi besok pagi. Saya pasti ingat akan harum telon yang kalian pakai, jika perang kentut di GITS pecah sebentar nanti. Ah.

Advertisements

Written by ray rizaldy

5 May 11 at 3:36 am

12 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. nice story πŸ˜€

    Zakka

    5 May 11 at 4:02 am

  2. Ihiy ihiy

    reiSHA

    5 May 11 at 9:24 am

  3. Hahahaa…
    Ernawati El-Shirazy, kyk pengarang novel.
    Eeh.. Btw,mreka kok tau ttg kalian? Pdhl kan dr Cianjur. Jauuuh kan?
    :p

    Kiki

    5 May 11 at 9:39 am

  4. hahaha…kereen πŸ˜€
    tahun depan ada cerita anak magang lagi dong berarti πŸ˜€

    gitaditya

    5 May 11 at 11:23 am

  5. assa.
    hag2 impulsif bgt nerima mereka yak, krn gender ama foto miring, dasar lelaki fufufu
    wass.

    ricong

    5 May 11 at 11:25 pm

  6. ih nama gw di sebut2 nih wkwkw

    ady

    8 May 11 at 12:56 am

  7. ciee ada yg kangen neyh πŸ™‚

    *pulang dari lembang langsung posting ini.. bner” merasa kehilangan cigana..
    Prikitiew lah πŸ™‚

    uismangan

    11 May 11 at 12:47 am

  8. huhu jadi terharu :’)

    pas baca langsung ngakak n terharuuu bnaget hahhahaha

    bakal kangen GITS banget deh :’)

    aliefha

    11 May 11 at 9:11 am

  9. bung Ray,
    Alhamdulillah, putri kami diterima dengan baik utk PKL di GITS. Semoga apa yang dipelajarinya disana bisa menambah wawasannya…..Terima kasih atas kesempatan yang diberikan……

    MH Tegap Pratama

    11 May 11 at 11:18 am

  10. @zakka: thanks zak πŸ˜€

    @sha: ihiy.. ihiy juga.. :p

    @kiki: iya dong, kan ada internet kikiii

    @gitaditya: ga nunggu sampe tahun depan bahkan, abis bulan ini langsung ada lagi. :)) *tapi cowok semua*

    @ricong: maklum cong, dikau juga ngerasain nanti rasanya software house isinya cowo semua.

    ray rizaldy

    14 May 11 at 11:34 pm

  11. @ady: hahaha, dikau jadi ustad juga nih? :p

    @uis: iya, abis dari lembang itu langsung perpisahan ceritanya.

    @aliefha: hehehe, kalo kesini bawa oleh2 lagi ya. tapi coba rasain dulu oleh2nya sendiri :p

    @MH Tegap: Pak Tegap, sama2. iya semoga yang udah didapet di GITS bisa bermanfaat buat semuanya. πŸ™‚

    ray rizaldy

    14 May 11 at 11:37 pm

  12. baru baca… ihiy2 juga deh…

    petra

    17 May 11 at 8:50 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: