kribo

penulis malas

Kribo dan Ika

with 23 comments

Saya anak pertama di keluarga. Saya punya empat adik. Tiga diantaranya cewek. Cewek pertama namanya Ririn. Umurnya beda empat tahun dari saya. Ririn wanita tomboi. Ririn ambil eks-kul Pencak Silat, saat saya kursus aritmatika. Ririn sudah latihan marching band sampai maghrib, saat saya pulang jam 3 sore saja sudah pamer. Meski begitu, cita-citanya menjadi psikolog. Tiap malam jika online, dia buka layanan curhat terpercaya. Sekali-sekali saya ingin coba konsultasi cinta, tapi keki ah.

Adik kedua, Frisca namanya. Dipanggilnya Ika. Beda dua tahun dari Ririn. Ika orangnya keras kepala. Saya jarang main dengannya. Dia jarang menurut. Kalau main pesawat-pesawatan, dia maunya jadi pilot. Padahal harusnya peran saya. Kalau main robot, dia maunya menang. Padahal sudah dibilang robot saya paling kuat.

Seperti Ririn, Ika juga tomboi. Ika ikut eks-kul Silat juga dan lebih garang dari Ririn. Ikut marching band. Ikut Pramuka. Basket juga. Di umur yang hampir sama, saya dan Ika pernah masuk bimbingan konseling sekolah. Bedanya saya dipanggil karena jarang masuk, pesakitan akibat patah hati. Ika dipanggil karena berkelahi sampai mematahkan kursi di kelas. Jomplang.

Di luar kegarangannya, Ika punya sisi feminim yang banyak dicari pria: jago masak. Masakan mama jadi super enak kalau Ika sudah bantu-bantu di dapur. Kue-kue buatannya juga maknyus. Rasanya kurang jika lebaran tanpa kue buatan Ika. Slurps..

Terakhir, Hanna. Lahir dua tahun setelah Ika. Hanna sukanya di kamar. Main bersama make up mama. Menjajal sepatu berhaknya mama, juga baju-baju khusus bepergian. Pecinta fashion dia. Karena modis dan jago dandan, sejak SD Hanna sudah banyak ditaksir teman-temannya. Kalau lihat di facebooknya, jangan kaget, dia bisa ganti relationship status setiap dua bulan sekali. Iri saya jadinya.

***

Sore itu saya baru pulang Halal Bi Halal. Letih rasanya. Sepanjang hari empat kali menyetir bolak-balik Jatibening – Kranggan. Antar jemput dua rombongan. Belum ditambah angkut-angkut barangnya. Ditambah juga, saya bawa kamera. Jadilah banyak tante minta saya bolak-balik foto anaknya. Seru. Capek juga. Dan saya belum buka twitter seharian. Inginnya langsung serbu tweetdeck. Pamer: hari ini saya nyetir 4 kali bolak-balik.

Sesampainya di rumah, Ika sedang main laptop. Saya minta dia bergeser sebentar. Ika cuek, mukanya butek. Saya gelitik keteknya. Maksudnya supaya dia pindah tempat duduk. Masih cuek. Saya gelitik lehernya. Ika sedikit menggerutu, tambah butek. Saya balik ke ketek. Dia teriak.

“Ahhh, Kakak Ijal nih gangguin aja sih. Sialan!”

Saya panas. Ikut teriak. Tak tahu teriak apa. Yang penting teriak.

Ika banting pintu. Saya hempaskan pantat di kursi. Saya menang.

Di laptop, facebooknya Ika masih terbuka. Iseng. Saya update statusnya: “Saya tukang ngambek”. Puas.

Tak lama, Ika teriak lagi. Marah status facebooknya diubah.

“Duag… Duag… $#%#$@#!,” bunyi pintu kamarnya ditendang bak sparing partner.

Hahaha, saya lupa selularnya sekarang canggih. Ada opera mini yang juga bisa akses facebook.

**

Perang dunia berlanjut hingga esoknya. Ika masih uring-uringan. Geraknya dihentak-hentak. Biar terlihat uring-uringan. Kalau pegang sesuatu dibanting-banting. Juga biar terlihat kalau sedang uring-uringan. Kata mama, Ika kalau ngambek memang begitu. Maunya dipuji, diperhatikan. Tiba-tiba mama mendelik.

“Astaga. Mama baru inget, Ika kemaren bikin kue. Terus belum ada yang makan.”

Cerita punya cerita, kemarin sore sebelum saya pulang, Ika minta mama makan kue buatannya. Sayangnya mama kenyang. Juga ngantuk. Jadilah kue Ika tak sanggup dikunyahnya. Makanya muka Ika butek waktu saya kelitiki.

Saya berniat minta maaf ke Ika. Saya coba kue buatannya. Enak. Saya berniat untuk sekalian memuji kuenya. Kebetulan Ika baru selesai mandi. Dia minta uang ke mama. Masih dengan muka merengut dan gerakan yang dihentak-hentakan. Katanya mau ke Tamini Square.

Kesempatan pas untuk minta maaf. Selagi mama ambil duit di kamar, saya hampiri dia.

“Ika, sini kakak anterin yuk. Mau ke TS kan?”

“Ika, kakak minta maaf ya. Kuenya udah kakak makan tuh. Enaaaaak.”

“Yuk, ke TS yuk. Kakak anter naik vespa keren yah.”

Air matanya meleleh tiba-tiba.

“OGAAAAAAH!!!”

Ika tergesa keluar rumah. Dibantingnya pagar dari besi itu. Mama bengong. Duitnya tak sempat diberikan.

Saya juga bengong. Saya tak pandai mengerti Ika. Mungkin benar, wanita memang sulit dimengerti. Saya punya tiga adik wanita. Saya hidup bersama mereka hampir seumur hidup saya. Tapi tak membuat saya mengerti diri dan jiwa mereka. Tak membuat saya semakin mengerti wanita. Cih.

Advertisements

Written by ray rizaldy

7 October 10 at 9:52 pm

23 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. HAHAHA.

    Curhat euy. Mungkin Anda bisa ikutan Take Him Out.

    😛

    dini ayudia

    7 October 10 at 9:57 pm

  2. ahahaha, cepet amat komennya. baru banget ditulis padahal. nggak ah, cukup jadi penonton saja. 😀

    ray rizaldy

    7 October 10 at 10:00 pm

  3. assa.
    hag2 lucu ray, gw jg punya kk cewe, lebih susah gw mengerti lg keknya fufufu
    wass.

    ricong

    8 October 10 at 5:01 am

  4. Kog..di akhir-akhir gw malah berkaca-kaca ya? hihi…

    Ikanya terharu.. tapi gengsi.. jd ditutupin OGAHHHH hahahaha.. *sepertinya..*

    Fotonya dong Rai.. terutama Hana.

    capcaibakar

    8 October 10 at 9:04 am

  5. hihihi begitulah wanita 😀
    tapi sama aja kok, perempuan juga nggak gampang ngerti laki-laki 😛

    anis

    8 October 10 at 9:22 am

  6. lhooo kok jadi nyalah-nyalahin wanita, sih ray.
    there is so much you need to learn about woman , ray.
    hahahaha.

    batari

    8 October 10 at 10:10 am

  7. wakakakakakakakakakakakakak….

    gw lebih fokus ke paragraf 1 sih. bisa beda gitu lo sama adek” lo. bingung gw pembagian DNAnya gimana :p

    jofa

    8 October 10 at 10:21 am

  8. Mantap…

    reiSHA

    8 October 10 at 12:43 pm

  9. emang rumit wanita bro
    hahah
    ane aja gak bisa mengerti
    sama sekali
    haah

    kyra.curapix

    8 October 10 at 1:30 pm

  10. @ricong: hehe, lain ladang lain belalang ya cong. 🙂

    @iyra: jadi itu nangis terharu ya? duh, bener2 ga ngerti. :)). foto akan diupload. daku cari foto yang ganteng dulu ah. 😀

    @anis: ehem ehem. kalau sama anis ngobrolnya bisa jadi beda konteks nih, jadi mengerti suami :p

    ray rizaldy

    9 October 10 at 1:39 am

  11. @batari: nggak bat. daku menyalahkan diri sendiri, yang gak juga bisa mengerti. and yes, i have to learn more. mau jadi tutor? hehe

    @jofa: hehe, mukanya masih mirip kok jof, gak jauh beda. 🙂

    @reisha: terima kasih reishaaa.

    @kyra: nah, mari kita tutorial sama2 bersama mbak tari. ehehe 🙂

    ray rizaldy

    9 October 10 at 1:44 am

  12. sori raie….numpang ngakak lagi ngeliat foto lo 😀

    jofa

    11 October 10 at 10:35 am

  13. gyahaha gaya banget lu di foto.. xD siph siph

    ady

    12 October 10 at 11:32 pm

  14. kakak ijal???? hahahahahha… *ntah knp gw ngakak*

    btw, kalo mo curhat cinta, sama ane juga boleh kok *kyk yg pengalaman aja* 😛

    ghifar

    25 October 10 at 2:08 am

  15. salam kenal, kunjungan balik ditunggu

    ramlannarie

    27 October 10 at 12:02 am

  16. “Bedanya saya dipanggil karena jarang masuk, pesakitan akibat patah hati.”
    serius ini re?? 😆
    wah, lo harus coba baca buku: bidadariku bukan untukku
    kekekekkk 😆

    uchenk

    29 October 10 at 2:33 pm

  17. kapan nulis lagi neh chal. seger juga baca tulisan2 lo…:)

    mario

    2 November 10 at 3:26 pm

  18. Wah, seru tulisannya Rai. Itu foto gue kirain apaan, ternyata adik-adik. Wah serunya punya adik perempuan. Gue gak pernah ngerasain punya adik perempuan Rai.

    Iseng banget sih lo jadi kakak. Rai-rai.

    za

    4 November 10 at 4:54 pm

  19. wanita emang sulit dimengerti,hehehe :mrgreen:

    grandchief

    8 November 10 at 1:57 pm

  20. coba gue tebak.

    ririn yang pake jilbab, ika yang paling kiri, hanna yang paling kanan? ;p

    adis

    29 November 10 at 3:52 pm

  21. @ramlanarie: hello salam kenal juga. *baru buka blog lagi*

    @uchenk: daku takut chenk baca buku begitu. hahaha

    @mario: hehehe, terima kasih mario. :). sorry belom sempet2 update baru sekarang. huhu

    @zaki: lho, kirain yang waktu itu ikut buka bareng adik perempuan dikau zak. 😀

    @adisti: hey adisti, ho oh betul. profil tampangnya keliatan yah? 🙂

    ray rizaldy

    26 December 10 at 8:20 am

  22. perempuan pada cantik cantik n cowonya ganteng ganteng, memang keluarga serasi…semoga terus bahagia ya omm…tnks.

    eful

    26 December 10 at 2:35 pm

  23. wahahahah lucu bangeeettt

    adek loe kaya gw waktu abege buooo… kalo ngambek kudu bener hentak2 biar smua orang tau :p

    jangan cape ngebaekinnya aja… ntar juga malu sendiri 🙂 cewe yang suka ngambek kebanyakan bgitu #lah, generalisasi subjektif :p

    natazya

    13 February 11 at 1:42 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: