kribo

penulis malas

Trash Bag

with 21 comments

Pernahkah Anda dilihat seseorang dari ujung rambut sampai ujung kaki? Orang tersebut melihat Anda secara menjijikan lalu berpaling muka seakan Anda adalah sampah masyarakat? Well, saya pernah.

Suatu pagi saya bersama teman-teman GITS, secara tak disangka dan tak diduga, melakukan bebersih. Tidak disangka karena biasanya teman-teman serumah saya itu cuek akan kebersihan. Kalau mau makan, ya cuci piring bekas teman. Kalau mau buang sampah, harus buang keluar karena tempat sampah di dalam penuh. Kalau mau buang air? Ya… siram punya teman dulu… yuckkk (hahaha, tidak sampe sejorok itu kok). Intinya semuanya malas bersih-bersih, kecuali saya. Hahaha.

Nah saat kami bersih-bersih itu, baru sadar ternyata kami tak punya kantong sampah yang besar. Pergilah saya ke warung. Di depan gang masuk rumah kami ada dua warung. Warung di sebelah kiri gang kami sebut warung gede. Yang kanan kami sebut warung panjang.

“Belinya di warung gede, Ray. Bilang aja beli trash bag,” ujar Ewa sebelum saya pergi.

Sampailah saya di warung yang dimaksud Ewa. Warung gede. Pemilik warung ini adalah seorang bapak. Dia berkumis, kurus, dan berambut kelimis. Dibanding pemilik warung sebelahnya yang seorang ibu-ibu galak, bapak ini relatif lebih ramah. Dan tampaknya jika ada award penjaga warung idealis, si bapak kumis ini bisa masuk nominasi. Dia tidak menyediakan korek di warungnya. Kenapa? Suatu saat saya pernah melihatnya memarahi seseorang yang merokok di dalam warungnya. Dia melarangnya karena sedang banyak ibu-ibu di dalam. Satu lagi, dia juga menutup warung sebelum adzan jum’atan, kalau itu bisa masuk penilaian penjaga warung ideal. J

Saya masuk ke warung gede. Melihat-lihat isi warung dulu, mencari dimana trash bag berada. Tidak ditemukan, jadi saya langsung bertanya ke penjaganya saja, si bapak kumis.

“Pak, aya trash bag?”

“APA?” ujar si bapak tiba-tiba jadi galak. Raut mukanya berubah. Matanya melotot, melihat saya dengan marah. Dia menatap saya dalam, dari ujung kaki sampai ujung kepala. Lalu berpaling seakan ingin muntah.

Saya kebingungan. Saya mengira bapak kumis itu salah minum obat. Bapak pemilik warung lalu mengacuhkan saya. Dia pindah melayani pembeli yang lain.

Aya nteu Pak?”

Dia kembali menatap saya. Tatapannya sama. Jijik seakan saya sampah masyarakat.

nggak ada ya Pak?” saya bosan berbahasa Sunda tapi dicuekin.

“Saya tuh paling benci sama anak muda kayak kamu,” si bapak akhirnya buka mulut.

Saya tambah bingung. Diam. Apa pula maksud si bapak ini, tiba-tiba benci sama saya. Sakit hati karena saya berorientasi straight kah? Maaf-maaf sungguh maaf, tapi saya percaya sunatullah bahwa pria itu pasangannya wanita. Bukan pria juga. Sungguh maaf jika bapak sakit hati. Saya tidak menyangka bahwa bapak homo.

Si bapak berbalik, mengambil sebuah dus sebesar jari telunjuk.

“Nih,” ujar si bapak ketus sambil melemparkan dus itu ke arah saya.

Saya masih dalam keadaan bingung. Dus yang bapak lemparkan itu ternyata alat penguji kehamilan. Ah, saya paham sekarang.

“Pak, saya mintanya TRASH BAG, bukan TEST PACK. Ada gak Pak?”

“Ooooo, maaf-maaf saya kira kamu mintanya itu tadi. Mau beli berapa?”

Maaf juga karena telah mengira bapak homo tadi. Saya beli tiga kantong sampah, lalu pulang sambil tertawa. Moral dari cerita ini: “don’t judge someone by what you hear”. Jangan nilai seseorang dari apa yang anda dengar.

Advertisements

Written by ray rizaldy

25 January 10 at 12:07 pm

Posted in raie

Tagged with , , , ,

21 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Hahahahaha.. Aya-aya wae..

    reiSHA

    25 January 10 at 1:30 pm

  2. gyahahahahaha, makanya lain kali bilangnya “kantong sampah gede warna item” aja 😀

    anis

    25 January 10 at 1:46 pm

  3. Ih si bapak. Jauh kaliii trash bag sama test pack..

    batari

    25 January 10 at 4:55 pm

  4. kok cerita kalo lo denger si bapak itu homo nya gak diceritain?

    btw si bapak suudzon ih, anak muda tanggung-kucel-kumel-dengan penampilan jauh dari mapan juga kan bisa aja udah nikah…

    Sigit

    25 January 10 at 6:43 pm

  5. RAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAY!!!
    gilaaaaaaaa….
    gue ga bisa berhenti ketawa nih…

    yasmin supaat

    25 January 10 at 9:09 pm

  6. assa.
    makany jgn sok2 sunda campur inggris klo gak paham pengucapannya, blagu sih hag2
    wass.

    montercplus

    25 January 10 at 11:02 pm

  7. @anis & monte: iya, lain kali nanyanya ga trash bag lagi. hahaha. ewa nyuruh belinya gitu sih. 😀

    @batari: daku juga ga nyangka bat, tiba-tiba dia ngeluarin benda itu.

    @sigit: hehehe, itu gara-gara tiba2 ngomong benci git. aneh banget kan. hiiiii.

    ray rizaldy

    25 January 10 at 11:28 pm

  8. Hahahaha… Nice story…

    Coba lain kali tanya “Pak aya test pack gak?”, reaksinya gimana 😛

    Zakka

    26 January 10 at 5:41 am

  9. anak muda tanggung-kucel-kumel-kribo-dengan penampilan jauh dari mapan juga kan bisa aja udah nikah…

    Sigit

    26 January 10 at 7:27 am

  10. HAHAHAHAHAHAHA
    mungkin Ray tampak bukan-anak-baik-baik:D

    lain kali pake bahasa indonesia aja,Ray. Kantong sampah, kan jauh dari test pack,hahaha

    ririn

    26 January 10 at 5:15 pm

  11. @zakka: bener juga ya. kali ini suruh ewa aja ah. ogah diliatin kayak kriminal gitu. wekekkek

    @sigit:hehehe, itu deskripsi dikau sendiri ya git? :p

    @ririn: emang udah bukan anak-anak2 lagi kok rin. tampangnya remaja baik-baik. (masih remaja gitu? hahaha)

    ray rizaldy

    27 January 10 at 12:37 am

  12. haha
    lama tak berkunjung kesini,
    tambah gokil aje neh bro!!

    kyra.curapix

    27 January 10 at 11:28 am

  13. buahahahahahhahaa!!

    mgkn si bapak ngirain kamu lagi hamil ray, buncit si
    😆

    uchenk

    27 January 10 at 2:01 pm

  14. makanya jangan beli trash bag…

    well nice story, brader!!

    sofianblue

    27 January 10 at 6:31 pm

  15. sok english sih… ga dikira ber-istri ya raie? *segitu ga lakunya tampangnya raie… haha*

    iyra

    28 January 10 at 3:50 pm

  16. @iyra: hahaha, bener2 puas ngatain daku seharian ini nih. tampangnya daku emang muda kayak anak SMA gitu sih, jadi dikira pemuda tak bertanggung jawab. 😀

    @kyra: hehehe, sama daku jg lama ga blokwalking. thanks ya.

    @uchenk: awas kau juniro. tak kutuk jadi kribo ntar. daku gendut itu biasa, maklum direktur GITS. hahaha

    @blue: hehehe, tengkyu mas.

    ray rizaldy

    29 January 10 at 12:08 am

  17. (rofl) ahuahahahaha

    tyas

    30 January 10 at 5:51 am

  18. PW aja susah, beli testpack.
    :))

    ikazain

    1 February 10 at 8:21 pm

  19. jiahahaha keren tuh bapak!

    Hasan

    12 February 10 at 6:26 pm

  20. sama bener itu cerita sama gue ka !

    waktu di ospek gue disuruh bawa trash bag , eh temen temen gue dengernya dan ngejarkominnya disuruh bawa test pack ! ih gilaaa , masa ospek gue disuruh bawa gituan , buat apa ?!!

    taunya disuruh bawa trash bag .

    cekacekacekaaaaancuuut ^^

    iient

    16 February 10 at 5:57 pm

  21. BWAKAKAKAKAKAKAKAKAK
    Harusnya pas dia udah ngasi trash bag, lo tanya lagi, “naah, sekarang saya perlu test pack Pak”

    :p

    Nadya

    1 March 10 at 3:51 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: