kribo

penulis malas

Perang Dinding

with 17 comments

Siang hari itu, 13 April 2008, saya datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). TPS kecil itu terletak tak jauh di belakang rumah saya. Ini pemilihan kepala daerah (pilkada) kedua yang saya ikuti, pilkada Jawa Barat. Kali pertama adalah ketika saya berada di Gorontalo.

Meski matahari sudah tepat di atas ubun-ubun, TPS masih ramai dikelilingi warga. Sepertinya mereka menunggu sampai penghitungan suara dilakukan. Supaya tidak bosan agaknya, beberapa orang lalu berdebat mengenai prediksi calon pemenang. Meski ada 3 pasangan, tapi hanya 2 pasangan yang mereka perdebatkan. Satu kubu berkeras bahwa pasangan yang didukung banyak partai lah yang akan menang. Dan itu berarti pasangan nomor 2, Agum Gumelar-Nu’man Abdulhakim yang akan menduduki kursi panas Jawa Barat.

Di kubu yang lain tak mau kalah. Mereka, yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga, berpendapat Ahmad Heryawan-Dede Yusuf lah yang akan menang. Argumennya sederhana. Foto di poster-poster promosi cagub-cawagub membuat mereka percaya bahwa pasangan ini lah yang akan membawa kedamaian dan kesejahteraan bagi Jawa Barat. Mereka tunduk pada senyum hangat yang diberikan pasangan Ha-De lewat fotonya.

“Kalo saya sukanya sama nomber tiga. Liat tuh senyumnya, yang lain mah mukanya tua” komentar seorang ibu di TPS dekat rumah dengan logat bekasinya. Rupanya Tuhan mendengar doa sang ibu. Tiga hari kemudian diumumkan bahwa pasangan pilihannya terpilih jadi Gubernur – Wakil Gubernur Jawa Barat.

***

Sekarang, setelah setahun berpaling, gilirannya kursi nasional diperebutkan. Anggota DPD, DPR, sampai yang terberat, presiden, akan dipilih di tahun Kerbau ini. Para calon sekarang berebutan pamer diri. Dari dinding jalanan, dinding facebook, sampai ke batang pohon pun bisa menjadi lokasi strategis untuk berkampanye.

Belajar dari pilkada Jawa Barat, mulai ada calon legislatif (caleg) yang selektif dalam memilih foto untuk dipampang. Dari poster-poster yang saya lihat, ada yang berusaha keras untuk tersenyum selebar mungkin. Ada yang saking lebarnya berasa seperti menyeringai. Meskipun banyak juga yang masih memampang muka sakit gigi di posternya.

Tapi sayangnya meski sudah belajar memilih foto, para caleg itu masih kurang cerdas berperang poster. Seandainya mereka tahu sedikit tentang teori pemasaran. Dalam pemasaran dikenal dua strategi, Red Ocean Strategy dan Blue Ocean Strategy.

Secara mudah, Red Ocean Strategy adalah strategi komunikasi pemasaran yang bersaing habis-habisan dengan kompetitor. Baik secara produk, maupun cara pemasaran. pertempuran habis-habisan ini membuat tumpah darah tidak terelakkan. Laut menjadi merah, penuh darah.

Di sisi lain, Blue Ocean Strategy merupakan strategi komunikasi pemasaran yang lebih moderat dan membutuhkan pemikiran kreatif. Melalui strategi ini kita tidak akan berperang habis-habisan dengan kompetitor kita. Cara bersaingnya sangat bergantung pada riset pasar. Selain itu diperlukan jga pemikiran kreatif untuk bisa memanfaatkan peluang, visioner, dan berujung pada penciptaan pasar yang baru.

Umumnya strategi pertama sudah jarang digunakan. Karena jika menggunakan strategi tersebut, kemungkinan untuk kalah akan sangat besar. Bahkan sebuah perusahaan sebesar SOSRO pun awalnya menggunakan strategi kedua. Dengan kejelian dan ketekunan, kini SOSRO bahkan tidak dapat disaingi bahkan oleh perusahaan multi nasional sekelas Coca Cola Company sekalipun.

Dari situasi sekarang, para caleg saya simpulkan sebagai pengguna strategi pertama. Perang poster mereka jalankan. Tindih sana, tutup sini, membuat kota bak orang masuk angin – di mana-mana tertempel koyo.

Jika saja para calon-calon tersebut memulai dengan riset pasar. Menggunakan strategi kedua dengan pemikiran yang lebih inovatif. Tentu perangnya akan lebih elegan. Tidak tumpang tindih poster macam sekarang. Tapi pemikiran inovatifnya apa dong? Ya pikirkan sendiri toh! Masak jadi anggota dewan pikirannya pendek. Baru jadi calonnya saja sudah tidak kreatif, nanti bagaimana?

Intinya tak perlu lagi lah berlomba-lomba pasang foto sakit gigi sambil merusak lingkungan. Sudah terlalu penuh pagar-pagar rumah orang ditempeli poster jalanan. Sudah sesak juga pohon dengan asap jalanan. Jangan tutup lagi batang pernapasannya dengan poster mirip pengumuman buron itu.

* bagi yang membaca blog ini sejak tahun lalu, mungkin akan teringat dengan tulisan ini. Yup, tulisannya saya modifikasi lagi untuk tugas esai kuliah. Hehe

Advertisements

Written by ray rizaldy

17 March 09 at 11:18 am

17 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Kampanye memang merupakan ajang yang penting untuk menentukan masa depan pemerintah Indonesia, namun tidak sedikit juga yang membawa niatan tambahan selain itu,. πŸ™‚

    dwinanto

    17 March 09 at 12:23 pm

  2. wihihihi…. jadi ditulis ulang buat tugas ya πŸ˜€
    tapi saya bener2 penasaran, Ray sendiri punya ide gak buat blue ocean strategy-nya para caleg?

    anis

    17 March 09 at 12:43 pm

  3. loh yang kribo apanya mas, kok ada tulisan gitunya hehe…
    salam kenal dulu ya, newbie nih

    berpantun

    18 March 09 at 2:34 am

  4. udah setahun rei…

    antown

    18 March 09 at 2:36 am

  5. assa.
    wuih, kau jg kykny cocok bos klo jd caleg haghag
    wass.

    montercplus

    19 March 09 at 5:35 am

  6. wihiiy.. belajar marketing darimana ray? canggih juga. hehe

    yasmin

    21 March 09 at 1:21 am

  7. @nanto : hidup pak RT nanto. πŸ˜€ tapi tetep tidak dianjurkan golput ya to?

    @anis : sayangnya daku blm punya tim riset pasarnya nis. hehehe. ntar deh klo mau jadi caleg baru bikin risetnya. πŸ˜€

    @berpantun : gitunya gmn? salam kenal juga ya. hihihi

    @antown : iya, gak kerasa.

    @montercplus : gak ah lebih enak jadi pengamat. karena pengamat tidak pernah salah. wkwkwkwk

    @yasmin : itu dari catatannya didot min. dikasi waktu pelatihan perusahaan boulevard klo gak salah.

    ray rizaldy

    21 March 09 at 2:15 am

  8. kok baru diceritain sekarang mas? hehehe udah hampir setahun lho….
    but, keep writing!!

    Catra

    23 March 09 at 10:02 am

  9. Wah… dah pada siap tempur ya…?

    mamas86

    23 March 09 at 12:03 pm

  10. jujur, saya males nyoblos ray..

    dee

    27 March 09 at 3:50 pm

  11. @catra : udah pernah diceritain kok cat. baca sampe bawah deh πŸ˜€

    @mamas86 : siap tempur tanpa strategi kira-kira

    @dee : daku juga males kok sebenernya. tapi tujuan tulisannya bukan supaya nyoblos, tapi supaya gak bikin kota jadi semrawut aja. hehehe

    ray rizaldy

    29 March 09 at 6:51 pm

  12. Aih,mantab betul ini tulisan!!!

    Stuju Raaaaaaay!!Hehehe

    Nadya fadila

    31 March 09 at 4:48 pm

  13. Wow, Ray. Keren juga bakat marketing lo.
    Tapi rata-rata memang pada pake strategi yang pertama. Alias nggak ber-strategi. Hehehe

  14. Yang penting kan bermanfaat

  15. ray tulisan lu mengingatkan gw ga nyontreng hari ini. huhu.
    bete padahal udah pulang ke jakarta, dan padahal lagi gw udh dipanggil d bandung, buat nyontreng.
    ah dunia tidak adil. hahaha

    poengo

    9 April 09 at 3:25 pm

  16. gila yah TPU udah kayak pasar loak…ribet

    uwiuw

    15 April 09 at 4:14 pm

  17. Memang sekarang yang diperlukan adalah kreatifitas dan ga perlu lagi perang terbuka πŸ™‚
    bbbrrrrrrrrrr

    tukangobatbersahaja

    17 April 09 at 10:00 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: