kribo

penulis malas

Calon Legislatif

with 17 comments

Pemilu 2009 sudah cukup dekat rupanya. Tak heran beberapa kali saya mengobrol dengan teman-teman, arah obrolannya sering kali menjadi obrolan tentang politik. Saya sebenarnya malas mengobrol tentang hal ini. Tidak terlalu menyehatkan menurut saya, mengobrol politik itu. Lagi pula saya tak mengerti banyak hal tentang politik. Mungkin kalau mengobrol gosip tentang Wulan Guritno yang gagal jadi calon legislatif karena ijazah palsu, saya bisa melayani.

Suatu waktu, entah apa sebabnya (kemungkinan besar karena gosip Wulan Guritno itu sih), obrolan saya dan teman di Boulevard jadi membahas tentang calon legislatif, caleg. Kami sepakat sepertinya partai-partai yang ikut pemilu sekarang terlalu sembarangan dalam merekrut anggota, apalagi anggota yang akan dijadikan sebagai caleg.

Beberapa partai ada yang merekrut wartawan. Ini mungkin contoh yang bagus, meski tahu bahwa tidak semua wartawan mengerti tentang pemerintahan toh. Bisa-bisa wartawan gosip juga duduk di kursi DPR. Tidak salah sih sebenarnya, tapi agak gimana gitu rasanya. Ada yang menjadikan selibritis sebagai caleg. Mungkin untuk menaikkan popularitas partai. Malah, ada juga partai yang merekrut preman jalanan, pernah sampai masuk acara Kick Andy pula.

Salah satu teman saya lalu bercerita tentang ibunya yang bekerja di rumah sakit. Jadi ceritanya ibu teman saya itu curhat, bahwa di tempatnya bekerja beberapa kali didatangi orang-orang yang ingin cek medis. Katanya hasil cek medis itu akan dipakai oleh orang-orang tersebut untuk mendaftar jadi caleg. Yang parah, orang-orang itu seenaknya saja cek medis tanpa bayar. Preman sekali. Dasar.

Melihat hal ini saya jadi teringat masa saya di MAN dulu. Waktu kelas 2, saya sempat dicalonkan jadi ketua Organisasi Pelajar (OP). OP itu semacam OSIS untuk sekolah MAN. Entah, mungkin karena kepopuleran atau karena baik saat masa MOS, saya mendapati nama saya sudah nemplok di daftar calon ketua, tanpa saya tahu sebelumnya. Lho… Yang membingungkan adalah pendukung saya sudah banyak saja. Dari kakak kelas sampai adik kelas ada pendukung saya. Saya ingin mundur, tapi mereka selalu di belakang saya, mendorong untuk terus maju. Tak tahulah apa motivasi mereka.

Saya pun memutar otak supaya saya bisa kalah dari 2 calon lainnya, tanpa harus undur diri. Dapat ide.

***

Saya masih ingat betul bagaimana lutut saya melemas di hadapan seratusan lebih siswa plus guru saat forum dengar calon Ketua OP waktu itu. Bagaimana saya disambut cukup hangat padahal untuk bersalam sejahtera saja suara saya bergetar.

Dalam forum dengar itu saya ungkapkan rencana kerja saya bilamana terpilih nanti. Yang pertama saya lakukan tentunya adalah membentuk kepengurusan, memilih ketua seksi dan perangkatnya. Menurut saya ada di sekolah selalu saja ada siswa yang dianggap badung, terbelakang, anti-aturan dan sejenisnya. Yang sering terjadi adalah siswa-siswa ini tidak dianggap dalam organisasi-organisasi seperti OP atau OSIS. Padahal seharusnya tidak begitu. Organisasi Pelajar adalah milik semua siswa. Tidak peduli dia badung, nakal atau bodoh sekalipun selama dia siswa dia juga berhak menentukan bagaimana OP berjalan. Oleh karena itu, jika terpilih, saya akan memberikan mereka kesempatan untuk mencicipi kursi kepengurusan. Saya akan merekrut mereka menjadi pembantu saya (ketua seksi maksudnya).

Awalnya saya kaget. Penonton jadi lebih bersemangat. Tepuk tangan dan sorak sorai lebih bergempita saat saya selesai berbacot ria. Saya jadi bingung mereka ini mendengar isi pidato saya tidak ya. Apa mereka tidak membayangkan bagaimana jadinya OP jika isinya adalah orang-orang seperti itu. Apa mereka asal ramai saja ya. Cemas.

Tapi untunglah selama masa kampanye, mereka akhirnya sadar. Mereka cukup pintar untuk tahu bahwa pasti kacau jadinya jika OP diurus oleh saya. Hahaha. Pemilihan berakhir. Saya, Alhamdulillah, tidak terpilih.

Dan itulah cerita saya. Saya murni dapat ide itu karena memang ingin tidak dipilih. Tidak ingin saya jadi ketua OP. Mengurus diri sendiri saja sulit, bagaimana orang lain. Makanya saya heran. Partai-partai itu apa memang ingin tidak dipilih, atau cukup bodoh karena idenya untuk memberi kesempatan bagi semua orang, yang sama dengan ide anak MAN gila seperti saya. Atau yang parah, mereka menganggap pemilih di pemilu nanti tidak cukup pintar untuk tidak memilih mereka. Entahlah

Advertisements

Written by ray rizaldy

16 November 08 at 11:34 pm

Posted in raie

Tagged with , , , , , ,

17 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Kalo jadi ketua boulevard, Ray? ;))

    Karena ada advantages, baik material maupun yang bentuknya intangible, dalam posisi-posisi itu. Menurut lo buat apa banyak semut ngerumun kalo nggak ada gulanya. Hahaha, enakan diskusi langsung ah kalo model begini. Sambil balikin patung 4848 gimana? :))

    ikazain

    17 November 08 at 10:45 am

  2. *payung

    ikazain

    17 November 08 at 10:47 am

  3. ada duit = banyak pemilih ray
    program urusan belakangan…

    syamsu

    17 November 08 at 5:23 pm

  4. yah ray, kalau lo sempet jadi ketua OP itu tadi, pasti lo (pernah) punya pacar.
    hehehehehe.

    batari

    17 November 08 at 6:52 pm

  5. mungkin parpol udah pada frustrasi jadi siapa aja direkrut. sama seperti waktu parpol hrs memenuhi kuota caleg perempuan kayaknya sapa aja direkrut tuh termasuk WG yg ternyata ijazahnya bermasalah itu. btw masalah ijazahnya itu apa bener palsu?

    nita

    17 November 08 at 11:22 pm

  6. @ikazain : daku gula dong ka. manis. hehehe :”>

    @syamsu : nah ini dia, pemilihnya masih terpengaruh hal kayak gini sih.

    @batari : siapa bilang daku ga pernah 😛

    @nita : menurut wawancara di salah satu acara gosip di tv, WG bilang dia bukannya memberikan ijazah palsu. tapi hanya telat memberikan berkas kelengkapan untuk jadi caleg. gitu ceritanya. namanya juga gosip. hehehe

    ray rizaldy

    18 November 08 at 1:14 am

  7. dan ternyata…. SEMUA CERITA ITU CUMA MIMPI! gitu kan ray?? 😉

    bener kata batari, mungkin emang sebetulnya banyak cewek yg mau jadi cewek lo ray (“cewek yg mau jadi cewek?”), tapi belom apa2 elo-nya udah lemes lutut duluan, ya cewek mana mau sama cowok yang belom apa2 udah lemes lutut duluan hihihihi XD

    sigit

    18 November 08 at 12:17 pm

  8. Keceriaan adalah kehidupan. Kesedihan adalah kematian

    Intinya.. Ga tau… Huahahahahaha….

    Kibo, Nt pa kabar?! Kapan Lulus??
    oiyo, thanx 4 comment di Ana pe Blog ne…
    Nice Blog Kibo, ciaoo…

    Sir Hendra Jr.

    18 November 08 at 1:01 pm

  9. assa.
    tulisan yg menarik, dr sisi seorg kyk gw yg setuju dgn omongannya lukman sardi yg jd temenny gie, “gw gak mau berurusan dgn politik ta* kucing ini”. tauk ah makin parah aj yg jd caleg, makin parah, klo tetep dipilih, en makin parah lah negara ini
    wass.

    monter

    19 November 08 at 6:13 am

  10. @sigit : dikau kenapa sih git? error… abis daku emang pemalu git. 😛

    @hendra : hahaha, gak nyambung euy. kabar baik bung hendra. lulus? haduh TA-nya aja baru mulai.

    @monter : dilema mon, klo milih ga ada yang bagus, tapi kalo gak milih memungkinkan orang yang paling gak bagus yang menang. huh. susah. btw, emang waktu zamannya gie lukman sardi udah lahir ya mon?

    ray rizaldy

    19 November 08 at 3:32 pm

  11. “lemes lutut” ray, maksud gua…. “lemes lutut”

    bukan “lemes lutut” yang itu…. bukan.

    sigit

    20 November 08 at 9:41 pm

  12. semua cuma masalah popularitas ray…artis banyak jadi caleg supaya menjaring banyak pemilih terutama yang ngefans sama dia. hal ini diperparah dengan fenomena dede yusuf yang berhasil naik jadi wagub. klo ngerekrut wartawan sih itu cuma buat srategi komunikasi doank….

    masalahnya,jadi ketua OP gak dapet duit kan ray? gak dapet uang rapat…LOL

    jofa

    21 November 08 at 2:52 pm

  13. YOU’VE BEEN TAGGED!!!!!!
    Lihat postingan terakhir IcaL, Andru atau si Nanto untuk Lebih jeLasnya,. 😀

    dwinanto

    22 November 08 at 12:03 am

  14. wooooooooo kalo soal gini jofa ahlinyaa….. orang yang berambisi jadi “penguasa” nih…

    sigit

    23 November 08 at 11:50 am

  15. @jofa : juga diperparah sama Arnold yang jadi bupatinya California ya jof?

    ray rizaldy

    24 November 08 at 12:26 am

  16. yup…yup…tapi klo secara global sih fenomena itu udah lama ray. mulai dari ronald reagan sampai joseph estrada.

    @sigit,gw gak seambisius lo kok git…

    jofa

    25 November 08 at 4:38 pm

  17. saya jg mls ngobrolin politik..
    klo ditanya, “Ntar pemilu nyoblos sapa dee?” “AUK” jawabannya..

    dee

    27 November 08 at 11:34 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: