kribo

penulis malas

Pulang ke Bandung

with 19 comments

Masjid Attaawun berdiri anggun di antara pegunungan di wilayah Puncak, Cipanas . Bentuk uniknya yang seperti jamur payung menarik para pelancong untuk berkunjung. Ditambah lagi, dari pekarangan masjid ini, pengunjung bisa santai memandangi keindahan kebun teh dan alam sekitarnya. Karenanya sejak diresmikan tahun 1999, masjid ini tidak pernah sepi pengunjung.

Bermacam jenis pengunjung datang ke masjid ini. Ada yang memang mampir untuk sholat. Mereka yang mampir sholat akan merasakan kesegaran air gunung untuk wudhu. Brrrrr… sejuk pula rasanya. Plus, jika butuh minuman hangat di depan pintu masjid ini disediakan teh ataupun kopi hangat gratis. Selain mereka yang sholat ada juga pasangan-pasangan yang datang mencari tempat asyik berduaan. Mereka biasanya duduk di taman atau di aliran mata air yang terletak di belakang masjid sambil saling menyandarkan bahu, bercerita dan makan cemilan berdua. Tak ketinggalan juga yang mampir untuk sekedar berfoto. Selain pemandangan alam, pekarangan masjid juga tempat yang bagus untuk objek atau latar foto. Banyak keluarga ataupun kumpulan anak muda yang memanfaatkannya untuk itu.

Di salah satu sudut pekarangan masjid itu saya duduk sendirian, tanpa teman kecuali secangkir teh gratis yang saya ambil usai sholat ashar di masjid tadi. Sambil mendengar Mind Tricks-nya Jammie Cullum dari earphone, saya menikmati pemandangan dengan tenang.

Ketenangan terusik, gerombolan anak muda datang duduk di dekat tempat saya itu. Mereka berbicara dengan suara yang cukup keras. Mungkin karena efek tekanan pada telinga mereka. Maklum di dataran tinggi yang bertekanan rendah biasanya telinga mengalami sedikit gangguan pendengaran. Seperti di pesawat terbang misalnya. Jadi supaya terdengar, mereka beranggapan harus berbicara lebih keras. Hehehe.

Dari pembicaraannya, saya jadi tahu mereka baru lulus di salah satu SMA Bogor. Mereka membicarakan susahnya tahun pertama kuliah mereka. Tugas ini lah, tugas itu lah. Berat. Huh, dasar anak muda. Hahaha… saya ini memang tukang nguping saja.

Di antara mereka, ada seorang gadis yang lumayan manis. Berbedak tebal, bergincu merah lembut yang menghias senyumnya, alisnya tipis dengan rambut lurus, mungkin hasil rebounding. Yang membuat saya GR, tiap kali saya melirik ke arah mereka, saya melihat matanya melirik pula. Singkatnya kami bertemu pandanglah. Wew, saya tidak menyangka efek mencukur botak rambut saya bisa datang secepat ini. Yah mungkin saya memang lebih ganteng tanpa rambut kribo itu kali ya.

Lagu di ponsel saya berganti menjadi The Spirit Carries On, Dream Theater. Cih, harusnya lagunya berganti jadi lagu Terdiam-nya Maliq & d’Essential. Saya mencoba mencari adakah orang lain di belakang saya. Hanya ada beberapa orang ibu-ibu, mungkin dari pengajian yang sedang berwisata. Hampir mustahil gadis itu tersenyum kepada mereka. Kemungkinan besar senyum dan lirikannya untuk saya. Pria memang lemah akan senyum wanita manis. Saya hanya bisa membalasnya dengan kembali tersenyum.

Sudah jam 4.15, saya akan sampai Bandung larut malam jika saya terus keasyikan disini. Dalam hati masih ada keinginan untuk berkenalan dengan gadis tadi. Tapi sedikit keberanian saya untuk menyeruak masuk dalam gerombolan itu lalu memperkenalkan diri. Saya beranjak, mengenakan jaket. Saat itu saya sadar ada kejanggalan. Sial, rupanya sedari tadi saya lupa menutup ritsluiting jeans saya. Percaya diri saya seketika punah berganti malu. Saya berbalik langsung menuju parkir motor, melanjutkan kembali perjalanan ke Bandung. Selama perjalanan tersebut saya terus memikirkan apakah si gadis tersenyum karena saya buka warung atau karena saya botak ya? Ah, bodo amat. Lebih baik pikirkan Tugas Akhir Ray… Ray…

Advertisements

Written by ray rizaldy

19 October 08 at 12:34 pm

Posted in raie

Tagged with , , ,

19 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Buka warung atau kepala botak? Hmm.. Ada yang kurang deh.

    Bikin tenda. Udaranya dingin kan? Hakhakhak.

    ikram

    19 October 08 at 1:47 pm

  2. hmmm…nak..perjuanganmu di masa kini dan mendatang tampak amat sangat berat…
    sulit jodoh..
    ketik
    REG PELARIS
    kirim ke 3999
    hihi…

    suci

    21 October 08 at 12:50 am

  3. akhh nama gw salah

    iyra

    21 October 08 at 12:51 am

  4. makanya ray… hargamu diturunin dikit biar cepat laku

    gunawanwe

    21 October 08 at 7:26 pm

  5. wah.. kemana aja nih..?? akhirnya post baru juga

    adhie

    21 October 08 at 8:54 pm

  6. dan ternyata… SEMUA ITU CUMA MIMPI!!!

    wkwkwkwkwk!!!

    Ray, masih sibuk dengan hal-hal begini??

    sigit

    23 October 08 at 1:26 am

  7. Udah ah,Ray…..Jangan ngarang2 cerita saking desperatenya gitu dong…..Hahahahaha!!!!

    Dedekrueger

    26 October 08 at 2:07 pm

  8. ahahaha. Sisi romantisme mu itu ternyata memang eksis dan berkembang pesat. Klepek..klepekk..

    Yessi Pratiwi

    27 October 08 at 8:21 am

  9. @ikram:mending bikin rumah kalo kedinginan mah kram… Lhooo 😀

    @iyra: waduh ngikutin iklan primbon… ikutan ah : anda lahir di pertengahan tahun, gak cocok kalo jadi operator reg penglaris (eh apa pun lah namanya?). hehhehe

    @gunawanwe : perasaan daku gak pasang bandrol deh. 😛

    @adhie : hehehe, iya nih baru komen lagi malah…

    @sigit : emang dikau sekarang sibuk ngapain git?

    @dedekrueger : ngiri kan dikau sama si botak ganteng sekali…. gyahahhaa

    @yessi pratiwi : iya dong tambah charming kan. huexxx

    ray rizaldy

    27 October 08 at 4:15 pm

  10. sibuk nyari cewe. (hilang gitu entah kemana) XD

    sigit

    1 November 08 at 10:50 am

  11. ray, gue punya post berantai buat lo. cak blog gue.

    yasmin

    2 November 08 at 7:35 am

  12. ray ray…resluiting kok sampai lupa ditutup siy…hihihihi

    nita

    3 November 08 at 10:11 pm

  13. haa?? dipotong rambutnya?? knapa bro? banyak yang sama ya?? hhehhe…

    piss

    main ke blog saya

    antown

    3 November 08 at 11:46 pm

  14. @sigit : masih sibuk sama begitu2 aja git 😛

    @yasmin : wah, di tag sama yasmin… thx ya miiiin..

    @nita : hehehe, namanya juga lupa mbak. mungkin ingin merasakan segarnya udara puncak. hahaha

    @antown : iya nih, makin hari makin banyak ngliat orang kribo. males deh jadi mainstream…

    ray rizaldy

    4 November 08 at 10:32 am

  15. kadang kita emang butuh waktu utk diri sndiri ya ray..
    masjid di puncak itu cocok bgt.. serasa dunia milik sendiri deh 😀

    dee

    4 November 08 at 4:30 pm

  16. hahahahaha kalo senyum2nya dengan manis dan ga cekikikan sih mungkin karena kau botak 😉 duh duh jadi penasaran ma yang botak 😆

    tugas akhir… hiks… 😦

    *jadi mellow hahahha

    natazya

    5 November 08 at 4:39 pm

  17. wkwkwkkwkwkwk!!!!!!

    sigit

    5 November 08 at 6:04 pm

  18. Saya pernah ketiduran di masjid itu mas … saking dinginnya jadi ngantuk 🙂

    Rindu

    6 November 08 at 1:30 pm

  19. weits untung yg bawah gak botak…

    eh botak gak ya???

    whO Cares…

    hahahaha….

    yd_gobel

    8 November 08 at 10:45 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: