kribo

penulis malas

The 17th Singer

with 22 comments

Pemuda itu berjaket merah. Rambutnya belah tengah dan dicat kuning, dekil. Tangannya merangkul gitar tua murahan. Dia mulai memetik gitarnya. Suara gitar plus nyanyian pun mengalun ditemani kebisingan khas jalanan. Pria itu menyanyikan sebuah lagu yang sedang tren sekarang. Lagu dari salah satu band Indonesia, yang mungkin, berniat baik melestarikan ciri khas musik melayu ke tanah air.

Beberapa centimeter darinya, empat anggota Boulevard duduk sambil berbincang. Perbincangan itu baru saja beranjak menjadi serius dari yang sebelumnya hanya obrolan ngalor ngidul. Saat itu, Devy – salah satu dari mereka – dengan bersemangat menyampaikan analisisnya tentang suatu masalah. Ray, yang sejak tadi merusak alur obrolan, sudah bisa sedikit diam dan mendengarkan. Sisanya, Panji dan Hasan, dari awal mereka memang terus memperhatikan Devy dengan analisisnya.

Merasa nyanyiannya tidak digubris, pemuda rambut kuning itu mengeraskan suaranya. Nihil, empat orang itu bahkan mungkin tak mendengarnya. Mereka asyik larut dalam perbincangan.

Cara lain ditempuh si rambut kuning. Sambil sesekali menghentak-hentakan suaranya , dia coba menghalingi pusat perbincangan, Devy. Devy memutuskan untuk diam sejenak sambil menutup sebelah telinganya. Tiga lainnya mulai kesal. Mereka mengangkat tangan mereka, seperti salam hormat ala hitler, ke pemuda tersebut.

“Jangan… jangan kau menolak cintaaaaaaku, jangan… jangan kau menolak hatiiiiiiiku” kicau si Rambut kuning seperti burung beo. Dia masih belum menyerah dan tanpa malu. Dia bahkan sedikit berteriak saat itu.

Percuma usaha si rambut kuning. Dia berlalu tanpa sepeser receh pun kecuali pandangan sinis dan salam hitler dari mereka berempat. Coba dia datang jauh lebih dulu dibanding yang lain, mungkin dia masih mendapatkan keping-kepingan receh dari Hasan. Sayangnya, dia adalah pengamen yang ke-17 yang menyodorkan gelas plastiknya kepada mereka berempat. Jelas recehnya Hasan sudah habis.

Sampai perbincangan itu selesai kurang lebih ada 21 pengamen yang datang berkicau mengganggu obrolan. Itu baru di satu tempat saja, salah satu tenda di simpang dago. Saya mencoba membayangkan kota Bandung : banyak juga ya pengamen di Bandung. Yea, Bandung memang kota yang kreatif. Hehehe…

Advertisements

Written by ray rizaldy

18 September 08 at 5:58 am

Posted in raie

Tagged with , , ,

22 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Wew, sempat ya ngitung jumlah pengamen yang menghampirimu?

    reiSHA

    18 September 08 at 10:24 am

  2. dasar….
    emang rese banget tuh pengamennya, dikasih satu orang eh temnnya pada dateng smua….
    tp ga bisa nyalahin juga, tp klo pengamennya nyolot kek gt males juga ngasihnya…

    meth KnaL juga… ^^

    KruciaL

    18 September 08 at 10:43 am

  3. @reiSHA : hehehe, tadinya sih gak. tapi sejak kira-kira 5 orang pengamen yang dateng. daku mulai ngitung. ternyata nyampe 21. hebat

    @KruciaL : perlu dibikin sistem informasi manajemen pengamen nih kayaknya. hehehe. biar klo satu meja udah. gak perlu didatengin lagi.

    ray rizaldy

    18 September 08 at 1:04 pm

  4. semoga rejekinya pengamen lancar di bulan ini hehehe
    lumayan buat beli baju lebaran 🙂

    tukangobatbersahaja

    18 September 08 at 3:34 pm

  5. tulisanmu asik punya Ray.
    tapi, kenapa ya kok aku suka ma pengamen2 di bus. kadang, ada yang oke bgt.
    *tapi kadang ada juga yg rese. beuh!! ini yang bikin males*

    sofianblue

    18 September 08 at 4:02 pm

  6. busyet 21 pengamen? kalau dikasih uang semua bangkrut dong ! btw, salam hitler itu yg bagaimana sih ?

    Elys Welt

    18 September 08 at 7:18 pm

  7. wow,,, gw eksis banget di posting lo. hahaha,,,

    devy

    19 September 08 at 12:12 am

  8. @tukangobatbersahaja : amin. semoga daku juga. supaya bisa pulang kampung

    @sofianblue : beberapa emang keren sih. tapi kayaknya kalo si rambut kuning itu gak deh. hehehe. thx anyway

    @elys welt : hehehe, kayak orang ngajak ces gitu deh. intinya sih kita melambaikan penolakan.

    @devy : iya ya. hehehe

    ray rizaldy

    19 September 08 at 7:01 pm

  9. ya ampun, 21 pengamen? banyak amaat. kalo semua dikasih, penonton bisa bangkrut

    nita

    19 September 08 at 9:26 pm

  10. ray memang tukang merusak flow pembicaraan tuh…
    ngeliat rambutnya ray aja udah bikin konsentrasi buyar.

    sigit

    20 September 08 at 4:10 am

  11. bro…alamat blog saya pindah sekarang… (hurufnya kecil bgt ya di sini)

    antown

    22 September 08 at 5:01 am

  12. huehue… diitung tuh…

    Myryani

    22 September 08 at 5:42 pm

  13. hmm… saya suka pengamen!

    NB: saya juga pernah dalam jamuan makan yang menurut agama saya tak halal, dan dengan (berusaha) sopan saya menolak secara halus. saat ditanya kenapa saya tidak makan saya beralasan kenyang, saat dipaksa nyicipin, saya nyerah deh akhirnya (mencoba) menjelaskan soal larangan (agama saya) untuk mengkonsumsi makanan tersebut… lalu ada bule dengan senyum lebar bilang: “Yeah! You’re just like my mom!! She told me not to eat pork…”

    bangpay

    23 September 08 at 9:53 am

  14. ada 21 pengamen pas nongkrong?
    ga ada uang receh, uang besar juga mau mas, kata si pengamen 😀

    dee

    24 September 08 at 3:36 pm

  15. Yah memang kadang nemu yang nyebelin tapi toh akhirnya dirikuh luluh juga..

    Huaaa harus belajar untuk tega nih. Kalo kata Afgan mah SADIS!

    Bunda Lanang

    24 September 08 at 8:27 pm

  16. @nita, myrani & dee: yup, dan daku sama sekali gak punya receh. uang besar apa lagi. ngepas buat bayar nasi goreng dan naik angkot.

    @sigit : rambut dikau lebih parah.

    @antown : oke. pindahannya jadi nih. hehhee

    @bangpay : waw. jadi disana sebenernya dilarang juga toh?

    @bunda lanang : susah juga buat luluh 21 kali dalam sekali duduk. hehehe

    ray rizaldy

    25 September 08 at 8:55 pm

  17. 21??
    hahaha. psti annoying banget dah.
    mending suara nya bagus.

    yasmin

    26 September 08 at 6:21 am

  18. ray maap lahir batin yah..
    lebaran sebentaaaar lg.. met idul fitri 🙂

    dee

    26 September 08 at 10:08 am

  19. hee, kasian yah si 17th singer.. padahal kan walo recehan hasan abis masi ada recehan n lembar-lembar uang gede punya si ray, ah ni mah bukan masalah 21 orang, si ray aja yg pelit heuheu pis ah

    masi inget sy ga? jarang ktemu qt sjak jaman oskm dl yak, mohon maaf sgala ksalahan, met lebaran

    rizasaputra

    9 October 08 at 5:36 am

  20. Hahahaha!

    Rey, minal aidin walfaidzin yooowww 😀

    Yessi Pratiwi

    9 October 08 at 10:00 pm

  21. pernah nggak, ngasih koin sama pengamen, terus pengamennya ngelempar koin itu tidak jauh dari kita. Kesal sepertinya, cuma cepek.

    kita pernah lhoo.. 🙂

    kriuk!

    12 October 08 at 12:05 am

  22. ray ada cerita apa nie abs lebaran?

    dee

    16 October 08 at 1:52 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: