kribo

penulis malas

Capcay Ekstra Pedas

with 26 comments

‘Cause I’ve lost loved ones in my life
Who never knew how much I loved them
Now I live with the regret
That my true feelings for them never were revealed
So I made a promise to myself
To say each day how much she means to me
And avoid that circumstance
Where there’s no second chance to tell her how I feel

If tomorrow never comes
Will she know how much I loved her
Did I try in every way to show her every day
That she’s my only one

– Ronan Keating

Tiga malam terakhir ini karena keinginan diet si Bu Pemred, tiap hari saya jadi bertemu capcay. Malam-malam sebelumnya saya lebih memilih menu lain. Namun tadi malam, karena teman-teman Boulevard lain memesan capcay, akhirnya saya menyerah pada tren. Saya makan capcay juga. Capcay kuah pedas saya bilang ke pramusajinya.

Capcay itu amat pedas. Menurut saya menunya harus diganti jadi capcay ekstra pedas. Saking pedasnya, saya sampai megap-megap memakannya. Untunglah saya bukan orang yang tega melihat makanan tidak habis. Capcay itu meski membuat saya jadi terlihat seperti memakai lipstik, tetap saya habiskan.

Usai makan, kami tak langsung beranjak. Kami mengobrol sebentar. Dipta tampaknya ingin sekali berdiskusi tentang sinetron, sayangnya kami tak terlalu tanggap. Sampai akhirnya Hasan nyeletuk, “Eh, Gio pernah salah sms lhoo ke gue. Gue disangka ceweknya waktu itu.”

Tawa kami meledak. Obrolan kami pun beralih jadi gosip. Gosip sms nyasarnya Gio : Gio sayang Temi, entah ini nama pacarnya atau nama bantal gulingnya di kos. Gosip Hasan yang diajak kenalan oleh pria melambai dari UI, bahkan sampai minta nomor seluler segala. Gosip Nise yang baru diputusin oleh cowok masa lalunya.

Setelah puas tertawa, kami akhirnya pulang ke rumah masing-masing. Sesampai di rumah saya langsung tidur. Saya tidak enak badan malam itu.

***

Memasuki tahun kedua di kampus, Aku berkenalan dengan dia. Sore itu dia bertiga bersama teman-teman sejurusannya di sebuah kantin kampus. Rambutnya panjang lurus tergerai. Wajahnya sekilas tampak judes, tapi manis. Sempat hati ini mengaguminya. Tapi aku tahu, ada temanku yang menyukainya. Dan dia pun berlalu. Tahun demi tahun pun terlewat.

Entah kejadian apa yang membuat kami menjadi akrab. Sejak beberapa bulan lalu, kami mulai bersapa di dunia maya, chatting. Kala itu dia baru menyudahi hubungannya dengan seorang pria. Meski agak depresi namun lega katanya.

Intensitas kami mengobrol seiring berjalan waktu menjadi semakin sering, meski topiknya tak penting. Aku juga jadi sering kopi darat dengannya. Menatap wajahnya yang manis. Makan malam bersamanya hingga tempat makan itu tutup. Lalu dengan motor bebek hadiah dari papa, kami membelah dinginnya malam kota Bandung. Dari Utara sampai Utara lagi.

Akhirnya terpikir di kepala ini. Aku nyaman bersamanya. Celetukan-celetukan kecilnya selalu mengembalikan mood gembiraku. Aku tak pernah berhenti tersenyum jika melihat jidatnya yang lapang. Tak pernah juga bisa berpaling dari matanya yang jernih. Kuputuskan, akan kulamar dia di hari ulang tahunnya.

Keputusan sudah bulat. Segalanya sudah siap, aku cukup dewasa dan mapan untuk ini. Aku pergi ke acara ulang tahunnya. Aku diundang secara spesial, karena dia sampai datang ke tempat tinggalku. Dia memintaku berjanji untuk datang. Wew, what a coincidence.

Ulang tahunnya sederhana tapi meriah. Banyak temannya yang datang. Lagu ulang tahun dinyanyikan. Dua buah lilin ditiupnya. Aku merasa tersanjung karena mendapat potongan kue ketiga setelah bokap dan nyokapnya. Yah, itulah panggilan dia kepada papa dan mamanya, bokap dan nyokap. Aku masih canggung untuk memberitakan keinginan hati ini padanya. Nanti saja, setelah acara ulang tahun selesai.

Di tengah kesibukan orang-orang menghabiskan kuenya, dia berbicara lantang melalui mic. Perhatian semua orang tertuju padanya. Dia seperti berbicara sesuatu. Aku dengan hati yang masih mengumpulkan keberanian tak bisa konsentrasi mendengarnya. Semua orang bertepuk tangan. Ah, mungkin dia sedang menyanyi di depan sana, suaranya memang bagus. Amat sangat bagus malah menurutku.

Semua kerabatnya sudah pulang. Aku masih terdiam di kursi rumahnya. Peluh dingin keluar dari jidatku. Kucoba menarik nafas dalam-dalam menenangkan diri. Ini keputusan hebat yang pernah aku buat. Aku melamarnya. Wanita yang sedang bahagia itu menyapa dan duduk di sebelahku. Menanyakan perihal pucat diriku. Kujawab diriku baik-baik saja.

Aku bertanya basa-basi, menanyakan lagu apa yang dia nyanyikan tadi. Dahi lebarnya mengerut keheranan.

Aku mendengar penjelasannya dengan hati yang lebih berkerut daripada dahinya. Tadi dia bukan bernyanyi, bukan pula bersajak atau berpantomim. Dia mengumumkan pertunangannya. Tunangannya baru saja pulang, menyelesaikan risetnya di benua lain.

Wanita itu memelukku, mengatakan bahwa setelah menikah nanti tak akan melupakanku. Aku mendekapnya lebih erat, tahu bahwa ini mungkin pelukan pertama dan terakhir darinya.

Aku berjalan lunglai keluar dari pagar rumahnya. Dengan berjuta tanya di balik ubun-ubun, aku terus melangkah. Apakah aku hanya jadi sahabat terbaiknya? Apakah aku kurang membuatnya bahagia? Ataukah mungkin aku hanya tukang ojeknya? Yang menemani malamnya.

Aku terus menerus bertanya dalam langkahku. Tak lihat lagi jalan yang kulalui. Tiba-tiba klakson keras berbunyi di telingaku. Secara cepat kurasakan lambungku pecah dihantam. Aku melihat jiwaku lepas dari jasad yang tak lagi jelas ini.

Aku pergi tanpa dia tahu aku menyayanginya.

***

Pretttt. Jam 3 pagi saya terbangun kaget. Saya bangkit sambil terkentut-kentut. Perut saya mulas, pasti karena capcay ekstra pedas tadi.

Hufff, cuma mimpi buruk ternyata. Untunglah.

Moral dari cerita ini : sholat isyalah sebelum tidur dan jangan banyak makan makanan pedas.

Advertisements

Written by ray rizaldy

29 August 08 at 7:50 pm

26 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. LoL wakakakakaakkkkkkk……..
    Moral cerita yang bagus…

    yd.gobel

    30 August 08 at 9:28 am

  2. raaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaayyy!!!
    i always love your blog!
    hehehehehe.

    yasmin

    31 August 08 at 8:05 am

  3. heueueuheuehuehue baiklah!!! saya akan hentikan makan makanan pedas kalau hasilnya adalah demikian!!!

    ehm… tapi makanan nampak tidak menyelerakan kalo ga pedes… hmmmm… lebih memilih sholat isya sebelum tidur dan tetap makan makanan pedas sampay puas!!! heheheu

    natazya

    31 August 08 at 9:04 am

  4. Take easy on your life. Always do the best, never regret for what you don’t do. Keep focus on your future.

    p3durungan

    31 August 08 at 3:36 pm

  5. haha. jauh-jauh dari capcay, larinya ke cinta-cintaan lagi. apa hati lo udah ikutan tren televisi sialan -mengutip kata”lo- itu ray? ahaha..

    hiks.. klo baca tulisan lo jadi sedih deh jarang bisa ikutan ngumpul”lagi..

    shofinita

    31 August 08 at 4:31 pm

  6. sip.. moral ceritanya.. hahaha… aku ga doyan pedesssss.. jadi hehehe syukurlah

    Anang

    31 August 08 at 6:43 pm

  7. Loh Ray, Bukannya lu juga udah jadian? *kaburrr

    irfanhanif

    1 September 08 at 9:36 am

  8. @yd.gobel & anang : yah memasuki bulan puasa.. hehehe

    @yasmin : heee sama kok min, daku malah suka sama blog dikau min, bisa belajar banyak bahasa inggris

    @natazya : yang penting gak banyak2 mbak πŸ˜›

    @p3durungan : siap bung… salam kenal, trims sudah mampir

    @shofinita : iya nih, mimpi daku yang ngikut tren. mimpi kan ga bisa dikontrol shof πŸ˜€
    hmmmm, makanya ikut2an kalo kita kumpul. pacaran melulu sih πŸ˜›

    @irfanhanif : bigos juga dikau fan. jadian ama laptop daku iya kali… 😦

    ray rizaldy

    1 September 08 at 10:15 am

  9. wah kayaknya moralnya bukan itu de ray,

    di anding mimpi kamu kan ada kata2:

    aku melihat jiwaku lepas dari jasad yang tak lagi jelas ini.

    nah, klo ditarik kesimpulan sih,
    berarti,,
    hoho,,

    hehe,,

    uchenk

    1 September 08 at 11:37 am

  10. Abis solat isya, jangan lupa solat subuh juga… Percuma tuh alarm kenceng2 kalo yang bangun kamar sebelahnya…. hehe

    ibun

    1 September 08 at 12:36 pm

  11. gw juga ga tega nyisain makanan ray. begitu banyak orang yang ga bisa makan diluar sana, trus kita2 yang bisa makan justru menyisakannya tergeletak untuk dibuang.

    gw pikir tadinya cewe yang lo maksud itu si “…………”
    ternyata cuma mimpi

    dwihutapea

    1 September 08 at 9:02 pm

  12. wuih kirain patah hati beneran, ternyata cuma mimpi seru efek kepedesan capcay…he3x

    nita

    1 September 08 at 9:31 pm

  13. @uchenk : ceritanya si aku di mimpi daku itu ketabrak, bentuknya gak jelas (kalo dijelasin takut mengandung nuansa seram) πŸ˜›

    @ibun : makanya bangunin daku sekalian bun. tujuannya emang buat bangunin dikau (buat bangunin daku) lho ribet

    @dwihutapea : nasihatin tuh si bu pemred wi. makannya disisain terus, demi diet ketatnya. untung ada dipta (the garbage collector) hehehe

    @nita : hehehehe, iya. lagian daku blom berani ngelamar siapa2 kecuali di mimpi
    πŸ˜›

    ray rizaldy

    1 September 08 at 10:20 pm

  14. So impressing, artikel yg terenyuh & semarak. Nice sekali πŸ™‚

    asyafe

    1 September 08 at 10:50 pm

  15. Hahaha,, gw makan capcay perut gw juga aga bergemuruh malem itu.. πŸ˜€
    mang malem itu mpe jam brapa ray?

    Dipta

    2 September 08 at 4:39 am

  16. ray, tu lirik lagunya ronan keating judulnya apa ya?
    lupa nih..

    km ga suka makanan pedes ya..?
    capcay extrahot enak juga tuh.. sy pasti nambah deh nasinya
    hehehe..

    dee

    2 September 08 at 2:21 pm

  17. @asyafe : :”> ::blushing:: trims ya

    @dipta : sampe malem banget dipt, dikau pulang sih. ngambek ya dicuekin? πŸ˜›

    @dee : judulnya if tomorrow never comes. kalo makanan pedes sih sebenernya suka. cuma waktu itu tampaknya perut memang lagi gak siap. hehe

    ray rizaldy

    3 September 08 at 9:48 am

  18. RAY DESPERATE!!!

    somebody plis help!!!

    *ray, mau gw kenalin ama anak sepupunya om gw dari kakak ipar jauhnya tetangga peliharaan gw gak? ;D

    sigit

    3 September 08 at 8:20 pm

  19. RAY! kenapa gosip gw tersebar di blog lo?
    hahaha..

    keep comment my blog ok,,
    butuh saran terus..

    Hasan

    3 September 08 at 9:59 pm

  20. masak makan capcay sampai termimpi2 gitu ha…ha…ha…ha…

    ario saja

    4 September 08 at 2:00 am

  21. ray ray.. gue pikir si cewek judes tapi manis itu si ibu pemred hahaha

    batari

    4 September 08 at 12:05 pm

  22. @Sigit : gak, buat peliharaan dikau aja lah git

    @hasan : hehehe. gimana san? udah diajak jalan kemana aja sama anak ui itu? cie.. cieee…

    @ario saja : saking pedesnya tuh..

    @batari : :P. klo si bu pemred mimpi gw jadi bener2 buruk. dimarah2in melulu pastinya. hahaha

    ray rizaldy

    4 September 08 at 1:15 pm

  23. @Sigit : gak, buat peliharaan dikau aja lah git

    @hasan : hehehe. gimana san? udah diajak jalan kemana aja sama anak ui itu? cie.. cieee…

    @ario saja : saking pedesnya tuh..

    @batari : :P. klo si bu pemred mimpi gw jadi bener2 buruk. dimarah2in melulu pastinya. hahaha *peace nis

    ray rizaldy

    4 September 08 at 1:15 pm

  24. aq menyukai makanan yang pedas, bahkan akan seneng jika mampu membuatku berkeringat saking pedasnya… Maaf bung Ray baru berkunjung neh..

    jiwakelana

    4 September 08 at 2:42 pm

  25. kenapa yg salah sms harus masuk rayy???
    wkwkwkwk

    gio

    5 September 08 at 1:22 pm

  26. @jiwakelana : hehehe, daku juga baru berkunjung lagi nih ke blog sendiri…. hyeaaaa, akhirnya bisa ngeneeeeet

    @gio : hehehe, temi temi, suit suit

    ray rizaldy

    15 September 08 at 11:19 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: