kribo

penulis malas

Televisi Sialan

with 18 comments

Saya pasti terlalu banyak menonton televisi akhir-akhir ini. Sambil menunggu kuliah atau orang-orang untuk rapat saya menonton film-film televisi di sekretariat boulevard. Ketika ruang televisi sedang kosong saya akan berdiri memandangi sinetron-sinetron dubbing di televisi dari depan kamar kos. Ketika ingin berlibur di rumah, tak juga bebas dari kekangan televisi. Adik saya yang tiga-tiganya cewek tak pernah mau lepas dari serial-serial cookies dan reality show. Dan kebanyakan semua isinya sama, mungkin sedang jadi tren. Tren karena bahkan film bioskop terbaru dari PIXAR, Wall-e, juga membahas hal yang sama, tentang cinta.

Pengaruh itu begitu besarnya, sehingga kemana-mana saya jadi mikir. Apa sih maksudnya cinta? Di film-film televisi ala remaja yang berseliweran di Indonesia, cinta dua orang manusia selalu dilambangkan dengan pacaran. Sepasang orang pacaran duduk berdua di pinggir danau sambil menyenderkan kepala satu sama lain. Ada juga yang sambil main dorong-mendorong di ayunan.

Tak jauh beda di sinetron-sinetron, yang saya tak pernah mengerti kenapa harus didubbing, percintaan ditandai dengan lari-lari di taman berduaan. Kadang mereka berputar-putar tidak jelas di sekitar air mancur. Dan yang pasti sambil diiringi musik dangdut.

Di siaran sore yang ditonton adik saya lebih aneh lagi. Reality-reality
show dengan aneka macam judul, tapi semuanya, sekali lagi, mengusung tema cinta. Ada acara yang mempertemukan kembali sepasang kekasih yang telah lama terputus. Kebanyakan – dikisahkan karena cintanya yang kuat – berhasil tersambung kembali. Cinta diartikan sebagai sesuatu yang abadi dan kuat sehingga menyambungkan kembali kisah-kisah lama mereka.

Ada juga acara tentang pernyataan cinta. Di acara ini tiap orang menyatakan cinta dengan cara-cara yang aneh, mulai dari yang ber-flying fox dengan kostum superman dari atap sekolahnya sampai yang rela jadi pramusaji di restoran favorit si wanita. Semuanya, katanya, dilakukan demi cinta. Karena cinta tiap orang bisa berubah jadi apa saja.

Masih ada acara gila yang lain. Salah satunya tentang pengujian cinta. Pasangan dianggap teruji cintanya jika berhasil melewati suatu rintangan. Rintangan tersebut adalah ancaman selingkuh. Kebanyakan hasilnya cinta gagal uji. Lalu di akhir, pembawa acara yang setengah banci-setengah badak, sambil memeluk-meluk korban gagal uji berpesan : cinta yang sejati tidak mungkin luluh hanya karena orang ketiga.

Tidak ketinggalan pula film Wall-e. Cinta digambarkan adalah suatu keinginan kuat untuk berpegangan tangan dengan pasangannya. Untung saja tidak seperti film-film barat lainnya dimana cinta dilambangkan dengan “tidur” bersama dalam satu selimut. Bah.

Akh, semakin banyak saya menonton semakin bingung saya. Jadi saya simpulkan saja deh dari apa-apa yang sudah saya tonton. Jadi cinta – antara sepasang kekasih – itu adalah suatu bentuk pelampiasan karena kurang kerjaan dimana ketika cinta itu tumbuh tiap orang jadi punya kerjaan baru. Ada yang jadi suka melamun dan merenung. Ada orang yang jadi belajar main keyboard karena tahu pujaan hatinya jago main piano. Ada orang yang berlatih membuat syal, supaya kekasih hatinya tak lagi kedinginan, bagian ini masih positif. Tapi ada juga orang-orang yang terbutakan demi pengakuan cinta. Kerjaan baru untuk orang-orang yang seperti ini misalnya mendaftarkan kekasihnya untuk diuji kesetiaannya. Ada yang beradu strategi dengan saingan cinta, sering kali menjadi permainan licik penuh taktik. Segala cara dilakukan supaya cintanya diakui dan pujaan hatinya menjadi miliknya, utuh. Semua sampai-sampai lupa akan kerjaanya masing-masing. Lupa kalau kerjaannya sebagai pelajar adalah belajar. Lupa kalau kerjaannya sebagai mahasiswa juga belajar. Dan lain-lain. Inilah yang saya, adik-adik saya dan mungkin orang lain juga dapat dari hasil menonton televisi.

– Ray Rizaldy yang pikirannya sedang suntuk tapi ingin menulis.

Advertisements

Written by ray rizaldy

27 August 08 at 1:24 am

Posted in raie

Tagged with , , , ,

18 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. hmmmm…sudah frustasi sekali kah??? dirimu??
    hehe…piss

    iyra

    27 August 08 at 11:28 am

  2. dont get your mind into the “lust and love”, “passion and love”…
    men!!! setiap makhluk hidup itu hidup berpasang-pasangan…
    jangan desperate, lw pasti dapet belahan jiwa lw…

    LOL

    *saudara seperjuangan, beda target!!!
    *piss
    *lariiiiiiiiiiiiii……..

    yd.gobel

    27 August 08 at 5:13 pm

  3. harusnya trakhirnya tulisannya -Ray Rizaldy yang desperate menjomblo- hahahaha

    Anugrah Adeputra

    28 August 08 at 12:29 am

  4. to All :
    hahahah, daku cuma menyimpulkan dari semua yang daku dapat dari televisi lhooo

    ray rizaldy

    28 August 08 at 11:18 am

  5. wow, pembahasan yg keren.. :beer:
    bagian yg paling aku suka yg klo orang jatuh cinta jadi punya kerjaan tambahan..
    wow, bener2 keren..
    ini bener2 terjadi nih

    btw, denger2 kamu udah ngga single lg ray?
    hehehe, udah ganda campuran nih?

    😆

    uchenk

    28 August 08 at 1:15 pm

  6. gw suka deh tulisan yang ini. apa karena gw merasa terbahas ya? hahaha.

    anyway. semangat ray, jodoh mah ga kemana 😆

    halidaaa

    28 August 08 at 9:34 pm

  7. Setuju ray, 100% benar… Huahaha.

    irfan

    28 August 08 at 11:21 pm

  8. ray depresiiiiiiii!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    sigit

    29 August 08 at 10:43 am

  9. wah2.. semua orang membicarakan wall e..
    sebagus apa sih..?

    Ady

    29 August 08 at 3:29 pm

  10. @uchenk : dudul, gosip kurang ajar dari si ibun tuh…

    @halida : hahaha, semangat juga tin, daku baru baca blog dikau tentang dia. *ceileh kayak judul film aja

    @irfan : ini bukan pembelaan buat yang jomblo lho fan :P,, *daku single, not jomblo

    @sigit : gak tuh, lagi suntuk aja. 😀

    @ady : hmmmm, gak bagus2 amat sih kalo daku bilang. coba liat resensi anti mainstream ala sigit
    *bayar tuh git buat promosi blog 😛

    ray rizaldy

    29 August 08 at 4:21 pm

  11. cieeh, si Ray 😀

    tukeran link yaa 😛

    KnightDNA

    30 August 08 at 3:56 pm

  12. cinteeee….cinteeee….:p

    soal sinetron yang didubbing, huahahahahahhaa…
    sampe skarang gw masih gak ngerti,
    KNAPA MESTI DIDUBBING SIH??
    😦

    Nadya Fadila

    31 August 08 at 2:58 am

  13. hahahahaha….
    lucuuuuu raaay…

    yasmin

    31 August 08 at 8:14 am

  14. hihi.
    klo kata efek rumah kaca: lagu cinta meluluuuu
    kita memang benar-benar melayu
    suka mendayu-dayuu..

    hihi. gw baca tulisan ini sambil dengerin lagu Cinta Melulu soalnya. pas banget.

    shofinita

    31 August 08 at 4:34 pm

  15. @knightDNA : sip iaz

    @nadya Fadila : daku juga euy. suaranya jelek kali ya.ntah lah

    @shofinita : iya itu juga salah satu pemberontakan dari dunia musik shof. eh suka denger efek rumah kaca toh shof?

    ray rizaldy

    1 September 08 at 10:18 am

  16. Haha… ray udah depresi….

    awas jangan jadi JOROK, alias jomblo ti orok, hahaha..

    ibun

    1 September 08 at 12:33 pm

  17. cinta emang bisa ganggu konsentrasi belajar dan kerja, apalagi kalo cintanya lagi bermasalah…huuuu. tapi cinta itu juga bikin ketagihan, rasa yg ditimbulkannya itu lo…luar biasa, makanya tv dan film suka berkutat di isu seputar cinta2an krn penggemarnya buanyak bisa bikin rating tinggi

    nita

    1 September 08 at 9:36 pm

  18. @ibun : santai lah, ga usah buru2 kayak dikau gitu bun 😛

    @nita : waduh, jangan bikin daku ngiri dulu ya 😀

    ray rizaldy

    1 September 08 at 10:23 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: