kribo

penulis malas

Janji

with 6 comments

Kuliah saya setiap Kamis hanya satu jam. Satu jam dan cukup membosankan. Keadaan ini diperparah jam kuliah yang sangat ‘nyaman’. Nyaman untuk tidur maksudnya, setelah makan siang. Bagi sebagian mahasiswa, ini mungkin sebuah dilemma. Di satu sisi, jika masuk, kuliahnya akan sangat membosankan, bahkan bisa dibilang tidak dapat sesuatu. Malah yang di dapat gosip di sela-sela obrolan dengan teman duduk. Di sisi lain, jika tidak masuk maka presensi, atau yang sering disebut absen, akan terbang begitu saja. Tahu sendiri presensi yang tidak terisi sampai 15 % total pertemuan, bisa membuat seseorang tidak lulus. Tidak heran banyak ditemukan kasus ‘titip absen’ di kampus ini.

Kamis kali itu, Bayu mengajak saya bolos. Wew, ajakan menggiurkan, saya pikir. Baiklah, saya ikuti ajakannya. Tapi bolosnya, tidak bolos begitu saja. Kami berdua bolos untuk menonton talk show Tetralogi Laskar Pelangi, dengan Andrea Hirata.

Laskar Pelangi. Saya mengenal novel ini sejak dua tahun lalu. Kalau tidak salah, saya baru saja mewawancarai Trian, Menkominfo KM ITB saat itu. Dia lalu mengajak untuk hadir di bedah buku. Bisa ditebak buku apa yang dibedah saat itu. Ya, Laskar Pelangi. Sayangnya saya tidak berlama-lama dalam acara itu. Saya memilih pulang. Hehehe, setidaknya saya tahu sampulnya berlatar hitam merah dengan hiasan pelangi.

Setelah dua tahun berlalu jujur saja, saya belum tuntas membaca buku pertamanya sekalipun. Saya hanya sempat membaca 2 bab awal Laskar Pelangi. Tertarik, tapi sebelum saya melanjutkannya, buku itu sudah dibawa adik saya menemaninya di asrama. Terpaksa, rasa penasaran itu harus saya tunda hingga adik saya pulang. Dan malah terlupa hingga sekarang.

Ajakan bayu siang itu berhasil memupuk penasaran saya kembali.

Andrea memulai ceritanya dari suatu janji. Di masa kecilnya, Ikal, sapaan akrab andrea, terpukau oleh kegigihan gurunya. Dia berjanji untuk menuliskan kegigihan gurunya itu dalam sebuah buku. janji ini kemudian terlupakan hingga dia bekerja. Sampai suatu waktu, bencana Aceh terjadi. Ikal mendaftar menjadi relawan untuk membantu korban tsunami. Ada seorang guru yang memegang poster. Isinya “Ayo sekolah, jangan menyerah”. Gigih. Dan sepulang dari Aceh inilah Ikal menumpahkan segala cerita masa kecilnya.

Selain rasa penasaran akan bukunya, bincang kali itu memotivasi saya untuk terus menulis. Menulis, menulis dan menulis. Anehnya, walaupun sudah termotivasi saya masih tetap jarang mengisi blog ini. Hehehe.

Bukan itu maksud saya. Selama bincang, Ikal memaparkan bahwa bukunya ngetop bukan karena jago menulis. Jangankan menulis, membaca pun mungkin jarang. Bahkan sebelum cerita 10 Laskar Pelangi itu ditulis, dia hanya pernah membaca 1 novel. Tapi kini buktinya, bisa dibilang dia ngetop dan kaya mendadak. Menulis itu bisa jadi investasi menurutnya. Jadi mulailah menulis dari sekarang. Bisa dapat duit lho.

Oh, iya saya jadi ingat. Saking merananya, saya pernah sampai bikin janji sejenis. Siapa yang nanti jadi pacar saya, nanti akan saya ingat terus. Dan akan saya tulis di autobiografi saya.

*Hahaha, siapa juga yang mau baca

Advertisements

Written by ray rizaldy

6 March 08 at 12:13 am

Posted in raie

Tagged with ,

6 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Argh… Curang… Bolos ke talkshow Laskar Pelangi nya ga ngajak-ngajak… Aku kan juga pengen ikut. Karena ga ada temen jadinya masuk kuliah deh…

    So, blom slesai baca laskar pelanginya? Parah ih… Aku yang kenal pas libur panjang kemarin aja dah selesai baca Sang Pemimpi n Edensor juga. Tinggal buku keempat niy…

    reiSHA

    6 March 08 at 11:02 am

  2. Beuh..

    Bukunya keren kali.
    Kata orang2 ..

    *Yang punya bukunya sampai Edensor tapi belom kelar dibaca satu pun πŸ˜€

    Echi

    6 March 08 at 3:03 pm

  3. Gw nitip nama dong di autobiografi.. Judulnya orang keren yang menumpang kamar karena kebocoran.. Hoho..

    ibun

    7 March 08 at 8:40 pm

  4. @reiSHA : diajak koq waktu itu. dikaunya lagi sibuk ngerjain tugas cuma. daku dicuekin. eh sha, mau gak namanya ditulis di autobigrafi daku. hehehe

    @Echi : iya, daku juga baru denger pendapat orang. pengen jajal juga bukunya.

    @ibun : ganti judul, orang jelek tukang ngeberantakin kamar orang πŸ˜›

    ray rizaldy

    8 March 08 at 3:24 pm

  5. Man, keknya udah banyak cewe yang bisa lo tulisin di autobiografi lo. . .
    Hahahahaahahaha. .

    Lanjutkan inspirasimu. ..

    Marion

    8 March 08 at 4:31 pm

  6. wah pantesan pingin baca buku “dating for dummy” mau nyari org buat disimpen di autobiografi ya? πŸ˜› hati2 ray, itu janji lho,,, πŸ˜› soalnya menurut “terawangan” saya (hehe emang saya mama lauren :P), ray emang berbakat jadi penulis πŸ™‚ so someday mungkin bakal bikin autobiografi πŸ™‚

    anis

    12 March 08 at 4:49 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: