kribo

penulis malas

Zaenal

with 10 comments

Namanya Zaenal, teman saya sejak di Sekolah Dasar. Kala itu, dia merupakan siswa paling cemerlang di sekolah. Setiap caturwulan namanya disebut sebagai juara umum. Bersama seorang lagi, Anom namanya, bertiga kami membentuk ARZ. Menurut teman sekelas ARZ adalah geng jenius. Jenius? Ya, dua orang lain kecuali saya memang langganan kursi peringkat 1 dan 2. Saya sendiri kadang-kadang baru bisa mengekor di posisi 3.

Meskipun rumah kami berbeda kelurahan, hampir tiap minggu kami berkumpul di rumah sederhana Zaenal. Kami menjadi akrab juga dengan anak-anak lain di sekitar rumahnya. Karena itulah secara aklamasi, saya dan anom masuk di tim sepak bola kelurahan tersebut.

Cikunir Putra, itu nama timnya. Di kompetisi, kami cukup hebat sampai bisa sampai final. Di final, tim yang kami lawan bernama “Teyeng“. Secara mengejutkan pemain dan suporternya adalah anak-anak di sekitar rumah saya. Teman-teman saya juga. Semua jimat, berupa kalung, tulisan Arab juga bumbu-bumbu masakan yang ditabur di garis gawang, kami gunakan. Karena kemenangan-kemenangan yang diraih, percaya tidak percaya, kami akhirnya menggunakannya juga. Di sisi lawan juga sama saja. Pertandingan berlangsung panas. Seingat saya, tim lawan mencetak gol lebih dulu. Tapi dengan segala kegigihan dan jimat-jimatan, kami memutar keadaan. Kami menang dengan skor 3-1.

Suporter lawan yang murka ricuh. Saya beserta pemain lainnya diserbu. Dengan bersepeda kami melepaskan diri dari serbuan. Tak puas, suporter lawan akhirnya merusak lapangan dan merobohkan tiang gawang. Dari jauh mereka melihat saya secara sinis. Sejak itulah saya dicap pengkhianat. Teman-teman dekat rumah mulai jarang memanggil bermain. Dan akhirnya, saya terkucil di daerah sendiri.

Saat lulus SLTP, kami berpisah. Saya ke Gorontalo, dan mengambil pendidikan disana. Zaenal beserta anak-anak lain masuk STM entah dimana. Setelah lulus, karena terbatas keluarga, dia tidak kuliah dan membantu ayahnya di warung. Tetapi sejak 6 bulan lalu, dia menjadi mekanik di bengkel resmi sebuah produsen motor. Saya sendiri setiap pulang ke Bekasi, pasti menyempatkan diri berkumpul bersama mereka : Zaenal dkk (dan kawan kelurahannya).

***

Senin malam lalu, kami nostalgia dengan main futsal. Lapangan futsal bougenville menjadi saksi kembalinya tim Cikunir Putra ke lapangan. Usai itu, berkumpul seperti dulu di jalan depan rumah Zaenal. Saya baru pulang pukul 11 malam. Sebelum pulang, Zaenal meminta saya menemaninya esok harinya.

Besok dia akan menemui gadis misterius yang dikenalnya dari sms nyasar. Dia takut gugup jika sendirian. Dia sendiri sudah meminta sang gadis membawa temannya, supaya impas. Mungkin karena berhasil mengajak bekas teman sekelasnya untuk menonton Coklat Stroberi, dia menganggap saya sangat ahli tentang wanita. Karenanya saya yang diajak. Mungkin saran-saran saya bisa membuat hubungan lancar. Tanggal 25 pukul 3 sore dia akan ke rumah saya dan langsung pergi. Begitu janjinya.

Sejak pukul setengah 3, saya sudah siap. Hitung-hitung saya juga single. Siapa tahu temannya cantik dan akhirnya… hehehe. Tapi pukul 3 sudah lewat, Zaenal tak kunjung datang. Saya berniat ke rumahnya, tapi takut malah saling melewati di jalan. Pukul setengah 4 hujan turun. Berarti saya batal menemukan calon jodoh saya.

Pukul 4 lewat, hujan sedang deras-derasnya. Zaenal datang ke rumah. Badannya basah kuyup dan gemetaran.

“Motor gua ilang Jal!” suaranya bergetar.

Motor itu raib di depan minimarket. Dia baru saja membeli shampo pengkilap motornya di situ. Tetapi, saat keluar, motor yang baru dikreditnya 4 bulan lalu itu tak lagi di tempatnya. Dan sejak tadi, dia bersama saudara-saudaranya berpencar mencari. Dia sendiri mencari ke arah rumah saya, sekalian minta maaf karena acaranya jadi batal.

Advertisements

Written by ray rizaldy

26 December 07 at 9:50 am

Posted in raie

10 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. *speechless

    yasmin

    31 December 07 at 3:28 pm

  2. Ray ahli dengan wanita? hihihi.

    ikazain

    2 January 08 at 12:54 pm

  3. @yasmin : apalagi daku min… bersiap untuk dapet kabar baik, malah dateng kabar g enak 😦

    @ika : oh, iya donk… jelas itu huehehe

    ray rizaldy

    2 January 08 at 1:45 pm

  4. desperate anda…

    adipersada

    4 January 08 at 10:50 am

  5. nih ceritanya blon selesai yah?!
    lanjutin donk..

    Inay

    11 January 08 at 6:36 pm

  6. wah turut berduka cita buat bung zaenal karena kehilangan motor
    dan turut berduka cita buat bung ray yang mungkin kehilangan moment cari jodoh 😀

    anis

    12 January 08 at 10:07 am

  7. @adipersada : whatever deh bay hehehe

    @inay : soalnya abis itu dia pergi mencari motornya nay, ujungnya ya tetep aja ga ketemu…

    @anis : buat zaenal ntar tak sampein nis. trus buat dakunya “masih ada lain kesempatan” :))
    tetap semangat 😛

    ray rizaldy

    13 January 08 at 6:11 pm

  8. ceritanya tampak nanggung…
    emang udah selesai ya?

    rani!

    13 January 08 at 9:06 pm

  9. Turut berduka atas hilangnya motor Zaenal,, eh Zaenalnya yg waktu itu ktemu gw di Bekasi y ray? Salam jg y.

    Btw, setau gw klo motornya masih dikredit, masih ada asuransinya..

    Sygnya mslh momen tidak ada asuransinya.. (Apa sih.)

    irfanhanif

    20 January 08 at 4:27 pm

  10. […] versi (sedikit lebih) detil dari tulisan sebelumnya, Zaenal. Di tulisan sebelumnya, beberapa mengatakan kisahnya tidak lengkap. Meskipun sudah lama tulisan itu […]

    Police Stories « kribo

    11 February 08 at 11:25 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: