kribo

penulis malas

My Dad lost 3 millions

with 24 comments

Papa menatap mukaku dengan serius. Aku hanya bisa nyengir lebar membalas tatapannya. Aduh Ray ini bukan saatnya nyengir. Aku selalu saja bingung bersikap di saat genting seperti ini. Tapi inilah aku, Ray, mahasiswa tingkat 3 yang cuma bisa nyengir di saat seperti ini. Agak takut, tapi aku sedikit mencoba menangkap setitik kepercayaan dalam mata papa. Papa baru saja kehilangan rupiah. 3 juta lebih raib sudah dari dompetnya.

Aku memang banyak bersalah. Tanpa sengaja aku merusak notebook yang dipinjamkannya. Tombol F12 yang seharusnya terletak di jejeran tombol atas Aspire papa, sekarang hanya tersimpan di tas. Aku menyimpannya tanpa ada niatan pergi ke BEC untuk memperbaikinya.

Aku juga pernah menyerempet pot besar berisi pohon kesayangan mama. Hasilnya bumper depan Escudo silver papa lecet dan sedikit penyok. Saat ditanya, aku menjawab “Mungkin om donal pa, dia kan kalo nyetir ugal-ugalan”. Ada untungnya juga aku punya om yang punya kebiasaan ugal-ugalan dalam menyetir. Dasar tukang bohong.

Saat angka di dashboard motorku masih menunjukkan nilai di bawah 500 Km, aku berhasil membengkokan stangnya. Aku jatuh karena tidak hati-hati. Yang aku ingat, sebelum jatuh jarum speedometer sudah di angka 100. Sebuah keajaiban, aku tak luka parah. Sebuah lecet kecil di bagian lutut, dan sobekan tipis di jeans sebagai imbas. Tapi Jupiter MX baru itu bengkok parah di bagian depannya. Dengan modal selembar uang hijau di dompet, aku membawanya ke bengkel. “klo parah begini sih harus di press dek, ongkosnya 90an.” Si montir malah menyarankanku untuk bilang ke ortu. Sayangnya aku ingin seolah tidak terjadi apa-apa dengan motor itu. “Tadi diserempet angkot, jadinya banting kiri. Begini deh motornya sekarang.” Sekali lagi aku berbohong.

Oke, terlepas dari segala dosa-dosa yang kuperbuat, kali ini aku benar-benar butuh kepercayaan papa. Tapi tetap aku tidak bisa tidak nyengir. Ray… Ray… jika senyum terus papa tidak akan percaya.

“Ijal bisa dipercaya nggak?” Papa bertanya, lagi-lagi dengan serius.

Aku mengangguk. Cengiranku semakin lebar, dan gigi-gigiku yang jarang semakin terlihat jarang.

“Beneran nih?” Tanyanya lagi, kali ini dengan sedikit tersenyum.

Kembali mengangguk, sambil sesekali bermuka serius. Kering rasanya gigi ini karena terus-terusan meringis. Tapi kemudian kembali melebarkan senyum.

Bisa-bisanya aku tersenyum. Puluhan lembar kertas merah bergambar gedung MPR kini tak lagi ada. Aku minta maaf kepada mama dan adik-adikku. Mereka kehilangan kesempatan mencicipi baju baru saat lebaran nanti.

Baik, aku mengaku sekarang. Rupiah itu memang lenyap karena diriku. Tapi hal tersebut bukan sepenuhnya salahku.

Minggu sore, Aku yang sedang asyik bermain PlayStation dipanggil keluar oleh papa. Aku lupa, harusnya aku pulang malam ini. Aku bahkan belum menelepon travel langgananku, dan malah asyik memainkan Manchester United di dunia virtual. Akibatnya semua jadwal keberangkatan penuh dengan penumpang. Aku mencoba travel lain yang harganya lebih mahal 15 ribu rupiah. Aku hanya berhasil mendapat kursi di waiting list.

Setelah diceramahi papa tentang disiplin waktu, aku langsung bersiap diri. Papa bilang akan mengantar ke travel dekat kantornya di jl.Fatmawati. Baju, celana, sandal, kamera sudah siap di ransel. Papa melajukan Escudonya ke arah Cipete sekarang. Di perjalanan papa berbincang tentang gadget, mengapa tiap tahun selalu saja muncul ponsel dengan tipe-tipe baru. Mulai dari GPRS, 3G sekarang malah sudah mau release ponsel teknologi 4G. Padahal hingga sekarang, papa sama sekali tidak pernah menggunakan teknologi tersebut, sekalipun ponselnya Nokia 9300. Sebuah communicator dengan sejuta fungsi. Aku sendiri, puas dengan Sony Ericsson K700i yang setengah rusak dan Nokia 1100, ponsel sederhana bekas adikku. Malu sama teman-teman katanya. Ya ampun, anak SMP zaman sekarang gaya banget sih.

Aku terus mendengar papa beroceh sambil menunggu adzan di radio. Tanpa aku sadar, ternyata papa sudah menyetir mobilnya masuk ke ITC Fatmawati. Mungkin mau cari makanan buka puasa, kupikir. Kami naik terus ke lantai 3. Foodcourtnya pasti di atas, tapi mondar-mandir di lantai 3 tak juga menemukannya. “Oi Pak, apa kabar nih?” suara seseorang setengah berteriak membuat papa mendatanginya.

Dapat buka puasa gratisan di ruko itu. Oh, berarti papa memang sedang mencari orang ini supaya dapat gratis. Lho, dugaanku salah ternyata. Papa lapor ponsel CDMA yang dibelinya di surabaya lalu ngadat. Kartu SIMnya tidak bisa dipakai jelasnya.

Sudah setengah tujuh dan Aku masih di toko itu. Mereka masih berbincang,dan Aku mendengar suara indah Andrea The Corrs dari MP3 playerku.

“HP yang bagus apaan jal?” Pertanyaan mengaggetkan. Jangan-jangan papa malah berniat membeli ponsel baru. Borju amat papaku ini. Sony Ericsson K800i jawabanku, peraih the best gadget tahun 2006 ini selalu membuatku terkagum. Aku bahkan pernah berniat menjual kamera, K700i serta TOSHIBA antikku untuk mendapatkannya. Aku mengurungkan niat, karena setelah kuhitung hasil menjual ketiga barang itu masih belum cukup.

Penjaga toko langsung menunjukan dummy K800i. Harganya 2,7 juta Rupiah. Papa geleng-geleng saja. Penjaga yang rupanya juga kawan baik papa kemudian mengeluarkan W660 dan W610. Harganya lebih murah 5oo ribu. Papa mulai tertarik.

“Ijal pilih yang mana?” Lho, koq nanya aku. Jika pakai rumus fungsi per harga W610 memang di atas angin. Tapi kalau ditanya seperti itu, jawabanku tetap K800i, aku sudah naksir berat soalnya. Papa lebih tertarik akan maskulin tapi mungilnya W660. Dia bertanya, pertanyaan sama, dan jawabanku juga sama.

Papa akhirnya menurut, memilih K800i. Mukanya berubah serius sekarang. Dugaanku sejak tadi salah besar. Papa bukan beli ponsel untuk dirinya, melainkan sebagai pengganti Nokia 1100 yang ada di saku celanaku. Aku nyengir lebar jadinya.

“Oke sekarang Hpnya bisa dipercayain ke ijal kan? Bisa di jaga kan?” untuk kesekian kalinya Aku nyengir lalu mengangguk. K800i + Memory card duo dengan total harga 3,1 juta ada di genggamanku sekarang.

See, aku bukan penyebab utama yang mengurangi jatah lebaran adik-adikku. Teman baru canggih itu selanjutnya menemaniku dalam perjalanan ke Bandung. Senangnya…

Advertisements

Written by ray rizaldy

19 September 07 at 12:38 am

Posted in raie

24 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Weleh, Ray… Punya blog tak bilang-bilang. Kan bisa aku tambahin di list Blogroll IF’ers di blog aku di http://reisha.wordpress.com/blogroll-ifers/

    Tentang postingan ini… Kirain… Ternyata… Senang donk ya punya HP baru… Tapi panggilanmu Ijal ya? ray rIJALdi? Hohoho…

    reiSHA

    19 September 07 at 9:24 am

  2. Temen2 di Boul jangan dikasih pinjem (terutama oknum G) nanti rusak lagi Ray.

    Anyway, bagus banget ceritanya.

    ikram

    19 September 07 at 9:29 am

  3. @reisha : iya sha, dari dulu sih panggilnya emang ijal, mulai SMA (eh salah, MAN) baru jadi ray

    @ikram : tengkyu kram. hehehe, gw takut bakal ada tombol penyusul nasib F12 klo kena oknum G 😀

    ray rizaldy

    19 September 07 at 9:41 am

  4. wew, punya hp baru ga bilang2 yah,,

    wah, kebiasaan buruk jangan dipeliharalah om,,

    bayu adi persada

    19 September 07 at 8:30 pm

  5. wew, punya hp baru ga bilang2 yah,,

    wah, kebiasaan buruk jangan dipelihara lah om,,

    bayu adi persada

    19 September 07 at 8:30 pm

  6. keren tulisan lo. keren banget.

    batari

    19 September 07 at 11:18 pm

  7. hati-hati juga hape baru. ntar tombolnya ada yang copot lagi. kikiki…

    ikazain

    20 September 07 at 9:58 am

  8. mudah2an barang yang satu ini awet….

    ray rizaldy

    20 September 07 at 12:15 pm

  9. Selamat berk800i …

    Hasbullah Pit

    21 September 07 at 1:51 am

  10. ciee..HP baru..jadi gak bakal samaan ma gw n sigit lagi donk….wakakak

    jofa

    22 September 07 at 1:45 pm

  11. sinilah kalo mau awet,, gw lego.. tapi 200 rebu.. Mau?? hehehehe…

    wah,, gw baru tau lo punya blog, tambahin gw dong, http://inipunyapaw.wordpress.com
    hehe…

    [PaW]

    22 September 07 at 2:35 pm

  12. @batari : makasih pujiannya bat hehehe

    @paw : mudah-mudahan yang ini lebih awet lagi 🙂

    @jofa : tenang aja jof, lagian bukannya hapenya sigit juga udah ganti ya?

    @Hasbullah : OK, akan daku jaga ponselku kali ini 😉

    ray rizaldy

    25 September 07 at 4:58 pm

  13. jadi tinggal jofa seorang yang belum ganti hape? *gak penting.

    ikram

    26 September 07 at 1:26 am

  14. sebelumnya yang hapenya sama di boul (K700i) :
    -sigit
    -jofa
    -myself
    -sindy
    -septine

    hohoho banyak sekali ya

    ray rizaldy

    26 September 07 at 10:09 am

  15. GANTI HAPE TOOOOOOOHHHHHHHHHHHH……!!!!!!!!!!!!!!!

    GUE KIRA APAAAAAAAAANNNNNNNNNN

    Wah bener kata Batari, ceritanya keren banget, ga nyangka, ga nebak. Lo bisa jadi penulis novel thriller tenar Ray! Tulisan di blog lu gak cuma kritik2 kosong tak bersolusi.

    “G”?? Stands for Gio, or GPS, or siGit??

    SIGIT

    5 October 07 at 5:54 am

  16. Kalo punya hp baru jangan diumpetin dong.. Haha..

    Selamat memasuki dunia .jar
    Jangan kebanyakan nginstall program, ntar cepet rusak loh hpnya…

    Ibun

    5 October 07 at 1:42 pm

  17. #Sigit: Kritik2 kosong tak bersolusi maksudnya blog gua?

    ikram

    6 October 07 at 3:34 am

  18. @ibun: bukan diumpetin, gw malu klo ada orang bilang “ciee hape baru” makanya gw umpetin.beberapa waktu kemudian klo ada orang bilang gitu, gw kan tinggal bilang gak baru koq. am i lie?

    @sigit: hayoo loo si ikram ngambek…

    @ikram : tersinggung ya bang?

    ray rizaldy

    6 October 07 at 5:28 am

  19. Bukaaaaaaaaaannnnnnnnnnnnnn………!!!!!!!!!!! (tetep tak tejawab)

    SIGIT

    6 October 07 at 11:15 pm

  20. hahahaha.

    ikram

    9 October 07 at 12:02 am

  21. awas ilang y ray!!! :p
    hmm, ya ya, bagus kok tulisan lo, gw jarang loh baca blog orang dari awal sampe akhir hehe…

    rockerbad

    12 October 07 at 12:49 am

  22. @rockerbad: klo ilang sih, mudah2an nggak. yang daku takut, rusak. sejak SMP daku dikenal sebagai “destroyer” soalnya. segala alat, atau mainan punya temen banyak yang rusak. dan itu pas lagi berada di tangan daku

    ray rizaldy

    12 October 07 at 7:56 pm

  23. Nice storry ^_^

    Dani

    6 November 07 at 10:58 am

  24. @Dani : wah asyik banyak banget responnya post aneh daku ini, tapi tengkyu yap n salam kenal

    Ray Rizaldy

    12 November 07 at 1:16 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: