Macet
“Kenapa nulis itu bisa susah? Karena semua yang ada di pikiran kita berebut ingin keluar. Coba bayangin pintu kelas itu pas jam pulang. Semua berebutan keluar kelas padahal pintunya cuma selebar itu. Jadinya apa? Macet.”
Begitu Pak Ahmad Hidayatullah menganalogikan, suatu hari di sebuah kelas Bahasa Indonesia. Dia sedang menasihati seorang siswa. Siswa yang sudah diberikannya 10 menit untuk menulis tapi hanya bisa membuat 1 paragraf dengan kurang dari 50 kata.
Dablegnya… siswa yang dinasihati malah nyeletuk, “Apa lagi kalau yang berebutan itu kayak Bapak. Gedhe.”.
Jadilah siswa itu dihukum sepanjang sisa pelajaran sang guru. Dicoretnya jidat siswa itu. Pakai spidol hitam untuk papan tulis, di jidat siswa itu ada coretan bertanda “X” besar. Berasa mirip dajjal. Itu lho makhluk yang sering diceritakan akan datang saat kiamat dan jadi musuh manusia.
Sampai sekarang, hampir tak beda. Selama dua bulan, mantan siswa itu cuma bisa bikin 1 tulisan. 1 paragraf. 10 kata. Meh.
Batari
18 January 12 at 9:10 am
Siapakah mantan siswa itu? Jreng jreng jreng
grandchief
18 January 12 at 1:03 pm
hahahahahhahaa
Nadya
19 January 12 at 10:48 pm