Belum Ada Judul
Sesuai kurikulum yang berlaku, semester ini saya mengambil mata kuliah Tugas Akhir I, TA. Kata dosen-dosen di TA inilah ujian bagi mahasiswa sesungguhnya. Sebagus apapun nilai yang diraih selama tahun-tahun sebelumnya, tak akan lulus seorang mahasiswa jika tidak selesai TAnya. Tapi Biarlah. Berhubung masih cinta dengan kampus ini, saya jadi tidak ingin cepat-cepat keluar darinya. Jadi saya tidak buru-buru juga mengerjakannya.
Hingga akhir minggu lalu saya malah masih santai-santai saja. Jalan-jalan sana-sini, mondar-mandir tidak jelas di kampus, semua saya lakukan tanpa memikirkan si Tugas Akhir itu. Sampai akhirnya saya menemukan salah satu teman seperjuangan saya – yang sering menertawakan mahasiswa lain yang TAnya diledek Pak Windy, dan juga sering ditertawakan mahasiswa lain karena belum memulai TA padahal satu semester sudah hampir habis – pagi tadi sedang berkutat dengan e-mailnya. Dia bilang mau mengirim e-mail untuk calon pembimbing TA.
Merasa tertinggal, akhirnya siang ini saya memutuskan menemui dosen wali. Niatnya ingin konsultasi tentang TA saya yang belum sampai mana-mana ini. Saya sendiri sebenarnya bukan tidak punya ide untuk topik TA. Saya bahkan punya 3 ide. Ide pertama berhubungan dengan hal yang selama ini saya geluti di Boulevard, berita. Ide yang kedua berhubungan dengan pertanian. Ceritanya saya ingin sok idealis, sekali-sekali membuat sistem yang berguna bagi masyarakat dalam negeri – yang katanya kebanyakan berprofesi sebagai petani. Ide yang ketiga saya berhubungan dengan keuangan. Kalau yang ini niatnya supaya bisa TA bersama anak jurusan akuntasi atau manajemen. Tidak salah kan jika TA bisa jadi momen untuk… Hehehe…
Sampai lah saya di ruangan dosen wali saya tersebut, Pak Imam namanya. Beliau ini termasuk dosen yang saya kagumi. Seperti mahasiswa, beliau juga mengendarai motor ke kampus. Bahkan sempat sesekali saya bertemu beliau berjalan kaki di Simpang Dago. Kembali ke konsultasi TA. Saat konsultasi tersebut ada ponsel beliau berdering.
Huh, mengganggu konsultasi saja. Saya baru cerita dua ide nih.
Sepertinya istrinya yang menghubungi. Waw, rupanya beliau penyayang istri sekali. Sepanjang teleponnya dia memanggil si penelpon dengan panggilan “yang”. Cukup membuat saya mupeng dan hanya bisa melihat-lihat daun-daun di jendela ruangan itu. Tak heran beberapa teman cewek saya di informatika kepincut oleh beliau ini. Prince charming juga beliau rupanya. Tapi maaf teman-teman tulisan ini cukup memberitahu kalian bahwa Pak Imam sudah punya queennya. Hahaha…
Telepon selesai. Pak Imam melanjutkan konsultasi. “kayaknya yang news trend itu menarik juga buat jadi topik.”
“Kalau judulnya bagaimana Pak?”
Judulnya, menurut beliau, bisa diurus belakangan. Yang penting sekarang eksplorasi bahannya dulu. Menguatkan latar belakang topik ini. Setelah itu baru akan dibicarakan lagi batasan-batasannya, rumusan masalah dan lainnya.
“Kalau begitu saya TA dengan Bapak aja?”
“Boleh.”
Sip. Saya keluar dari ruangannya. Tersenyum lega. Langkah pertama menuju lulus sudah dilakukan. Meskipun TA belum ada judul, saya sudah bisa menertawakan mahasiswa lain yang belum TA sekarang. Yeah…
***
Sampai di kos saya merasa ada yang kurang di kampus tadi. Ah, iya saya belum menceritakan ide ketiga saya. Aaaaaaaa… pupus sudah mimpi saya TA bersama mahasiswi manajemen, akuntansi.
*ups, sepertinya saya terlalu banyak menggunakan kata-kata terlarang disini. Maaf ya teman-teman yang tersungging gara-gara tulisan ini. Hehehe.
Hoho… Bagus dong Ray, ada kemajuan. Sama Pak Imam ya? Ehem… Sama dosen walimu ya? Sama donk, hehe… Aku juga sama dosen waliku…
reiSHA
13 November 08 at 2:09 pm
@reisha : jangan2 dikau termasuk secret admirernya pak Imam juga sha.. hehehe
ray rizaldy
13 November 08 at 3:23 pm
selamat datang pada hari-hari TA, dimana tidur tak lagi nyenyak dan makan tak lagi enak.
eh, enggak deng, buat gue makan tetep enak
batari
13 November 08 at 3:33 pm
@batari : tenang bat. kan programnya daku bikinin.
ray rizaldy
13 November 08 at 4:51 pm
akhhhh jangan buru2 napa…
eh btw sama..gw juga ma dosen wali nih
iyra
13 November 08 at 5:03 pm
@iyra : ayo semangat. buru2 ah (mencari PWnya) hahaha
ray rizaldy
13 November 08 at 6:58 pm
cerita donk ttg mahasiswi manajemen akuntasi itu
Elys Welt
14 November 08 at 4:58 pm
kenapa tertarik untuk jadi mahasiswa abadi ray? yang kuat aja deh bayangnya heheh
antown
15 November 08 at 3:36 am
Hek? Secret admirer pak Imam? Ga ah. Biasa aja tuh..
reiSHA
16 November 08 at 1:12 pm
jadi inget cerita temen saya,
jadi ada senior(asdos) yang bediri di depan sambil bawa hasil2 karya mahasiswa, trus tiba2 tu senior nyeletuk: “Heri Handoko, namanya belom ditulis!” sambil menyodorkan tu kertas karya ke orang yang bersangkutan.
ngerti dimana anehnya nggak?
sigit
16 November 08 at 1:15 pm
@Ely : hihi, kan baru mau nyari mbak.
@antown : bukan jadi mahasiswa abadi bang, tapi kayaknya daku masih suka ngliatin brondong tahun ajaran berikutnya lagi.
)
@reiSha : ah yang bener??.. eh temen sepermainannya dikau di RPL ya yang jadi penggemarnya. hehehe. jadi ngegosip di blog gini..
@sigit : mungkin emang asdosnya kali git, kenal sama si Heri. hehehe. tapi nyambungnya dimana ya git?
ray rizaldy
16 November 08 at 5:17 pm
he? temen sepermainannya reisha di RPL? Kok jadi merasa terpanggil?
Ahahaha,,,,semangat ray!!
tina
19 November 08 at 1:32 pm
@tina : hahaha. muncul deh orangnya… FBI nih tina, Fans Berat (pak) Imam.
ray rizaldy
19 November 08 at 1:46 pm
Haha… Bener tu Ray. Langsung nge-add Pak Imam di Facebook gitu tadi si Tina, bersemangat lagi, hihi…
reiSHA
19 November 08 at 3:51 pm