Karena Senyum

“Kalo saya sukanya sama nomber tiga. Liat tuh senyumnya, yang lain mah mukanya tua” komentar seorang ibu di TPS dekat rumah.

Pukul 11, saya datang ke TPS bersama papa. Mengantarkannya menggunakan hak pilihnya. Sekalian saya juga ikut memilih. Ini pilkada kedua yang saya ikuti. Kali pertama adalah ketika saya berada di Gorontalo.

Meski sudah hampir tengah hari TPS masih dikelilingi warga. Sepertinya mereka menunggu sampai penghitungan suara dilakukan. Mereka lalu berdebat dengan papa saya mengenai prediksi calon pemenang. Papa berkeras bahwa pasangan yang didukung banyak partai lah yang akan menang. Dan itu pasangan nomor 2, Agum-Nu’man. Dua pasangan lain cuma didukung 2 partai. Dan lagipula kalau masalah pengalaman tak perlu lagi ditanya, pasangan nomor 2 ini sudah lama malang melintang di jagad politik.

Sedangkan warga se-RT di sekeliling TPS memprediksi Heryawan-Dede yang akan menang. Sama halnya dengan si Ibu, alasan mereka adalah senyum pada foto pasangan nomor 3. Mereka tunduk pada senyum hangat yang diberikan pasangan Ha-De pada fotonya.

Saya sendiri mengakui, pasangan bernomor urut 3 itu memang bermuka lebih ramah. Sedangkan pasangan lain nampaknya sedang sakit gigi saat difoto. Sehingga foto mereka terlihat murung dan garang.

Tapi saya tak terlalu menyukai pasangan ini. Mereka masih takut melepas jabatan mereka. Cuma cuti dan baru mau melepas jika sudah ada keputusan menang. Ih, kutu busuk eh kutu loncat. Dan lagi, saya tidak suka dipimpin artis. Lebih baik oleh pengusaha. Lihat tuh Gorontalo, maju kan dipimpin sama Fadel. Hehehe…

O, iya mengenai prediksi, saya punya hipotesis bahwa nomor 2 punya misteri tersendiri. Beberapa pemilihan terakhir yang saya dapat bahwa nomor 2 punya kesempatan besar untuk menang. Contoh paling terakhir adalah terpilihnya Shana-Bagus pada pemilihan presiden KM ITB.

Hanya saja hipotesis saya meleset. Semakin kesini kok, hasil penghitungannya malah memposisikan Ha-De sebagai pemenang ya?

*kok pasangan yang nomor 1 tidak tersebut ya? Hehehe… ah biarlah.

Explore posts in the same categories: raie

Tags: ,

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

16 Comments on “Karena Senyum”

  1. Zakka Fauzan Muhammad Says:

    Emang pasangan lainnya dah mundur ya Ray? Calon Incumbent justru ada di no 1 en no 2 loh :)

  2. nita Says:

    ternyata senyum itu bisa jadi salah 1 faktor utk menjaring pemilih ya….nanti saya juga pasang foto blog yg senyum lebar ah, biar yg ngunjungin dan kasi komen juga lebih banyak….kekekekekekek

  3. rani! Says:

    tak apa karena senyum. kalo milih karena pernah korupsi kan lebih parah :P

  4. Echi Says:

    Haha. Kata temen gw begini, “Pilih neu kasep wae atuh”

  5. adeputrawinata Says:

    ass salam kenal,,, kemenangan HADE merupakan tonggak dari supremansi hukum dalam menindak para koruptor,, silahkan baca posting saya HADE menang, Danny masuk Bui silahkan klik Disini

  6. tc Says:

    apa karena ada si dede yusuf itu..??
    tapi apapun itu, senyum itu ibadah koq… :)

    lam kenal

  7. blue Says:

    popularitas bang.
    sekarang ini popularitas seseorang memang menjadi salah satu faktor.
    apalagi ganteng atau cantik. dijamin. saya juga paling suka nyoblos yang cantik.

  8. Mas Kopdang Says:

    Saya pilih yang tatapannya sejuk. Suapaya saya yakin bahwa KTP saya bisa saya dapetin walau belum 17 taun.. :lol:

  9. d1ni Says:

    hahaha… ray pilih calon yg mana??

  10. ray rizaldy Says:

    @zakka : iya ya? ho, daku gak nulis ttg yg lain… tapi hah…sama saja

    @nita:bisa kepilih jadi gubernur blogger nih…

    @rani: betul sekaliii… tapi kalo yang korupsi juga senyum?

    @echi: berarti kalo daku nyalon bakalan kepilih donk :P

  11. ray rizaldy Says:

    @tc & blue : iya, doi artis sih ya?b-)

    @mas kopdang : lho koq gitu?

    @d1ni : hehe, ada dehhh

  12. ikram Says:

    ray nggak pilih harley-davidson?

  13. theloebizz Says:

    arrghh…paling males ga sih klo politik mulai dicemari hal2 lain??

  14. anis Says:

    wah wah ray mulai ngomongin politik cruk cruk cruk…

    yah ray, semua orang juga punya kepentingan, yang terjadi di politik klo kt saya sih ya tarik-menarik kepentingan itu. Mungkin nggak ada yang “jahat sejahat-jahatnya”, nggak ada juga yang “pure baik”. Yang ada hanya kepentingan/ tujuan siapa yang lebih baik.

    Mang sayang ya, klo masyarakat hanya memilih dari tampang, ketenaran, dan hal bersifat fisik gt. Tapi yah… klo saya sih berdoa aja, moga yang terpilih emang yang punya kepentingan/tujuan yang paling baik.

    Itu jadi salah satu tugasmu Ray, sebagai ketua sebuah media, untuk mewacanakan dan mempropagandakan sesuatu yang bermanfaat (yang pastinya bukan hanya benar dan bermanfaat menurut Ray, hahaha bisa dilihat kan disini juga ada tarik-menarik kepentingan?).

    Eh sorry pangjang bgt ya (duh klo dipanjangin lagi takut Ray inget nagih mashed potato ^:)^)

  15. ray rizaldy Says:

    @ikram : ada dehh kram… :D

    @theloebizz : hehehe, biasanya juga politik yang mencemari hal2 lain, bukan begitu bukan ?

    @anis : iya nih, mana nis mashed potato buat saya ? :)

  16. ghifar Says:

    coba kalo ada pasangan Ray - Ibo, pasti gw pilih deh….lebih ganteng koq dari Heryawan - Dede Yusuf :>

Comment: