The Traveller : Sang Penumpang Travel

“Pondok Indah, Pondok Indah, Berangkat” teriak petugas travel. Tanda bahwa salah satu mobil van mereka akan berangkat. Penumpang yang sejak tadi menunggu keberangkatannya berbondong masuk ke mobil tersebut.

Tiga orang ibu-ibu yang berpakaian gemerlap, lengkap dengan jilbabnya yang juga memantulkan cahaya manik-manik. Sepertinya baru saja dari pesta. Tiga orang ini duduk di bangku paling belakang. Lalu dibangku depan mereka, duduk seorang Ibu secara tidak tenang. Karena sedari tadi dia terus membujuk anaknya untuk berhenti merengek dalam pangkuannya. Selanjutnya bangku tepat di belakang supir diisi seorang gadis, muda, cantik, bersweater merah, mahasiswi tampaknya. Gadis tersebut diantar seorang laki-laki, pacarnya pasti. Kelihatannya mereka baru saja jadian. Terlihat dari gaya mereka melakukan perpisahan. Perpisahannya bagai sang gadis akan pergi jauh sekali dan sangat lama. Padahal cuma Bandung-Jakarta. Paling cuma 2-3 hari.

Terakhir, Saya sendiri duduk di kursi depan. Menemani sopir, sambil menyesali mengapa tidak meminta sebangku dengan gadis tadi. Padahal kosong.

Para petugas travel tersebut masih sibuk mengangkat-ngangkat barang penumpang. Juga sambil menunggu seorang penumpang yang tak juga datang. Tapi kami, para penumpang sudah sibuk di dalam mobil. Dua dari tiga ibu-ibu tadi mulutnya tak kunjung diam, bergosip ria mereka. Sedangkan temannya sudah termakan lelah. Dan akhirnya tertidur bersender ke jendela.

Ibu di depannya tetap saja sibuk dengan balitanya. Terus merengek, meminta dilepas sang ibu. Tidak mau digendong. Sedang ibunya, tampaknya khawatir jika dilepas, anaknya akan mengganggu penumpang lain. Apalagi gadis di depannya. Ibu ini pasti khawatir anaknya melihat sesuatu yang tidak pantas dilihat anaknya.

Apa sebab?

Gadis berbusana merah itu sejak masuk ke mobil terus berasyik masuk dengan pacarnya. Mengobrol melalui jendela. Sambil sesekali menempelkan hidung mereka. Tanggung, mereka lalu menempelkan bibir mereka. Masih melalui jendela. Mengobrol lagi, lalu berciuman lagi.

“say, lagi dooong!” pinta sang pacar dari luar mobil. Dan entah untuk ke berapa kalinya mereka menempelkan hidung mereka lagi. Menikmati empuknya tulang rawan di ujung hidung saban 5 detik. Lalu tanpa peduli bahwa salah penumpang lain terus menutupi mata balitanya, mereka saling menghembuskan kemesraan melalui bibirnya.

Jelas saya risih. Tapi juga merasa tak ingin kehilangan adegan panas ini. Melalui spion di sisi sopir, saya terus memperhatikan mereka. Binal, dan tak tahu diri. Membuat saya semakin bimbang untuk pacaran. Takut nantinya saya akan menjadi seperti pasangan muda ini. Tak tahu diri. Tidak tahu tempat. Tidak tahu waktu.

Saya ingat mitos dari Gorontalo. Kendaraan jenis apapun, pesawat terbang, mobil, motor, sepeda, becak, bahkan bendi yang merupakan kendaraan khas Gorontalo, jika penumpangnya melakukan perbuatan tidak senonoh, kendaraan tersebut akan tertimpa kesialan.

Benar saja, mobil baru berjalan sekitar 3 Km dari lokasi travel. Mobil yang kami tumpangi tersebut mogok. Ngotot tak mau jalan lagi. Untung saja baru 3 Km, si sopir masih bisa meminta bantuan armada lain dari markasnya. Bayangkan jika ini terjadi di tengah tol Cipularang.

Explore posts in the same categories: raie

Tags: , ,

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

17 Comments on “The Traveller : Sang Penumpang Travel”

  1. anis Says:

    wah ada juga ya mitos Gorontalo?
    emang tulang rawan empuk ya?
    ray said: “Membuat saya semakin bimbang untuk pacaran”???

  2. rela Says:

    udah kayak gitu ya pergaulan di jakarta..vulgar banget…..
    ii syereeeem…….

    btw..baguslah kalo bimbang untuk pacaran, mang kalo dipikir - pikir banyak ruginya ko..

  3. Anugrah Adeputra Says:

    Quoting:”Membuat saya semakin bimbang untuk pacaran”
    Masalahnya adalah: Blom tentu ada yg mau amalo!!!hahahaha!!!
    Ngomong2 masalah si penumpang cipokan itu, knapa ga lo sosor aja dengan B***r kebangganlo itu?? Hahahaha!!!! Piss,Ray!

  4. sigit Says:

    Lah seseorang bernama E**** pernah ngomong (mungkin berpidato lebih tepatnya) di depan sebuah forum begini: “Kasian si anu udah sekian tahun jadian belom dicium ama pacarnya”

    Itu di depan anak2 2006! Sumpah gw jijik banget sama tuh orang.

    Oiya Ray, ciuman mah mu di tempat umum, mu di tempat sepi, sama aja dosanya klo kata gw.

  5. yasmin Says:

    wah wah.. anjir gawat banget.

    dah gitu beneran mogok lagi. hahahaha.

  6. nadya fadila Says:

    uhauhauahauhauaha…
    nggak ditimpuk aja apa?
    hehehe…

    p.s. salam kenal! blogwalking dari yasmin.

  7. adipersada Says:

    “Gadis tersebut diantar seorang laki-laki, pacarnya pasti. Kelihatannya mereka baru saja jadian. Terlihat dari gaya mereka melakukan perpisahan.”

    you’re officially desperate person, mr ray..
    oh god, help this man find the belated one,,
    amen.

  8. Echi Says:

    Hoho.Saya nggak kayagitu koq.
    Memang baru jadian.
    Long distance pula..

    Tapi gak ada adegan kayagitu ah.
    Ditempat lain saja.

    *Hehehe :D

  9. ray rizaldy Says:

    @ anis : coba pegang hidungnya sendiri deh? :P

    @ rela : hehe, pergaulan jakarta-bandung kalo bisa dibilang

    @ sigit : di forum apa tuh git? di boul kah? daku kok gak tau ya,,,

    @ yasmin : iya nih, untung gak sampe kejadian kayak titanic, gara2 ada orang &*#!#@ di mobil kuno jadinya kapal itu tenggelam dengan kejam.. hahaha

    @ nadya fadila : salam kenal juga. ntar kalo ditimpuk, dibilangnya daku ngiri… hahaha

    @ adipersada : amiiiin…. hehehe

    @ Echi : “Ditempat lain saja”
    hahaha, liat komennya sigit donk..

  10. nita Says:

    biar mobil mogok tapi paling gak udah liat tontonan langka kan….seharusnya dipoto, trus masukin blog ini…hueheheheh. btw, thanks udah mampir di blogku ya. salam kenal.

  11. Sigit Says:

    WIhihi ada yg sengaja blogwalking niyeeee…. Adeuuuu….!!!! XD

  12. Echi Says:

    Maksudnya apa, Git?

    Siapa?

    *Penasaran

  13. Echi Says:

    Ohhh.. ternyata si empunya blog sendiri :p

    *Baru nyadar

  14. cewektulen Says:

    gw pernah tuh ngalamin kayak gt, saat perjalanan udah jauh dan terjebak ditengah jalan lintas jateng-jatim, kanan-kirinya hutan Ngawi…

  15. rani! Says:

    alhamdulillah belom pernah liat di kehidupan nyata..
    kok ibu2nya ga ngingetin gitu yaa??

  16. iyra Says:

    hehe,..blognya lucu..harusnya tu pasangan ditimpuk..iya ibu-ibu kog ga ngingetin ya..mau mesum mah nyewa kamar..ha..ha…dasar..masih mabuk cinta…

    trus…gw baru baca postingan batari tentang lu…emang segitu desperadonya ya cari pacar..hehe..pisss

    lam kenal

  17. ray rizaldy Says:

    @ iyra : temennya bat ya? dan batari telah berhasil mempermalukan daku…. huhuhu
    salam kenal juga mbak iyra

Comment: